MUI Soroti Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Pramono Anung Janji Perbaiki Tata Cara

Dwi Bowo Raharjo | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 11:03 WIB
MUI Soroti Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Pramono Anung Janji Perbaiki Tata Cara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut langsung pembersihan sapu-sapu di Jakarta. (Suara.com/Adiyoga)
  • Gubernur Pramono akan memperbaiki prosedur pembersihan ikan sapu-sapu dengan melibatkan tenaga ahli merespons kritik MUI.
  • Pemprov DKI tetap memusnahkan ikan sapu-sapu karena populasi berlebih mencapai 6,5 ton yang mengancam ekosistem.
  • Pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus dari unsur PPSU untuk menangani pengendalian populasi secara berkelanjutan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai prosedur pembersihan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.

Ditemui di kawasan Pati Unus, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026), Pramono menyatakan akan melibatkan tenaga ahli untuk menata ulang prosedur pembersihan.

"Mengenai ada saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli menyesuaikan tata caranya," ujarnya.

Namun, tindakan pemusnahan terhadap ikan sapu-sapu akan tetap dilakukan karena jumlah populasinya sudah melampaui batas wajar di wilayah perairan Jakarta.

Hasil operasi pembersihan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam satu hari pun membuktikan bahwa sebaran sapu-sapu di ibu kota memang sudah mengkhawatirkan.

"Di Jakarta Selatan itu lebih dari 3,5 ton, dan total hampir 6,5 ton ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap," jelas Pramono.

Eks Sekretaris Kabinet ini juga menegaskan bahwa penanganan masalah tidak boleh dilakukan sekali saja, atau sekedar bersifat seremonial.

Demi menjaga keberlangsungan ekosistem air di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta berencana membentuk satuan tugas khusus dari unsur PPSU.

"Sebab kalau tidak, maka ekosistem air di Jakarta pasti akan rusak," tegas Pramono.

Warga mengangkut ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]
Warga mengangkut ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]

Sorotan MUI terhadap metode pembersihan sapu-sapu oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri muncul imbas dugaan pemusnahan satwa dengan cara dikubur hidup-hidup.

Komisi Fatwa MUI menyebut tindakan semacam itu tidak selaras dengan prinsip ihsan atau berperilaku baik terhadap makhluk ciptaan Tuhan.

Namun di sisi lain, kebijakan Pemprov DKI dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu juga dinilai Komisi Fatwa MUI sebagai upaya perlindungan lingkungan.

Populasi ikan sapu-sapu yang terlalu besar dapat merusak ekosistem sungai, hingga mengancam keberadaan ikan lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:06 WIB

Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?

Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?

News | Senin, 20 April 2026 | 08:17 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis

Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Wanita Amerika Terancam 20 Tahun Penjara Usai Selundupkan Jutaan Amunisi Iran ke Sudan

Wanita Amerika Terancam 20 Tahun Penjara Usai Selundupkan Jutaan Amunisi Iran ke Sudan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:55 WIB

Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan

Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:55 WIB

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Marah Besar dan Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:45 WIB

Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah

Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah

News | Senin, 20 April 2026 | 10:44 WIB

Viral China Bikin Robot Jadi Atlet Lari Maraton Tercepat di Dunia

Viral China Bikin Robot Jadi Atlet Lari Maraton Tercepat di Dunia

News | Senin, 20 April 2026 | 10:39 WIB

Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?

Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?

News | Senin, 20 April 2026 | 10:37 WIB

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:30 WIB

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

News | Senin, 20 April 2026 | 10:29 WIB

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

News | Senin, 20 April 2026 | 10:22 WIB

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

News | Senin, 20 April 2026 | 10:21 WIB