Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 April 2026 | 11:09 WIB
Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?
Hutan hujan tropis di Sorong Selatan, Papua Barat, dengan tutupan yang masih rapat. (Yayasan EcoNusa/Moch Fikri)

Suara.com - Di tengah menguatnya seruan lintas iman untuk melindungi hutan, laju kerusakan justru belum menunjukkan tanda melambat. Ekspansi industri dan proyek berskala besar terus berjalan, kerap berbenturan dengan ruang hidup masyarakat adat dan upaya konservasi.

Situasi ini memperlihatkan jurang antara dorongan moral yang digaungkan berbagai pihak—termasuk Interfaith Rainforest Initiative—dengan realitas di lapangan, di mana perlindungan hutan masih kalah prioritas dibanding kepentingan ekonomi dan pembangunan.

Gerakan lintas iman sendiri mulai menguat dalam beberapa tahun terakhir. Melalui kampanye “No Forest, No Future”, IRI menggandeng tokoh agama, organisasi sipil, dan akademisi untuk mendorong kesadaran bahwa krisis hutan bukan sekadar isu teknis, melainkan persoalan moral.

Hutan diposisikan bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai amanah yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan hidup bersama.

Fasilitator Nasional IRI Indonesia, Hening Parlan, menilai pendekatan pelestarian selama ini terlalu teknokratis dan minim sentuhan nilai.

Ia menegaskan bahwa hutan memiliki peran vital bagi kehidupan manusia.

“Hutan bukan sekadar bentang alam. Ia menjaga air yang kita minum, menstabilkan iklim, dan menopang kehidupan masyarakat adat. Jika hutan hilang, maka masa depan juga ikut hilang,” ujarnya.

Namun, dorongan moral ini berhadapan dengan tantangan besar di lapangan. Proyek industri dan kebijakan pembangunan seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) terus melaju, bahkan di wilayah yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menggambarkan ketimpangan tersebut secara gamblang.

“Dihadapkan dengan PSN 2,5 juta hektare di selatan Papua, Merauke, kita seperti binatang yang kecil sekali,” katanya.

Ia menilai, tantangan saat ini bukan hanya soal membangun kesadaran, tetapi juga menciptakan ruang bagi praktik ekonomi yang tidak merusak hutan.

Tekanan terhadap gerakan ini juga nyata dirasakan di tingkat akar rumput. Aktivis lingkungan dan masyarakat adat yang berupaya mempertahankan wilayahnya kerap menghadapi intimidasi, doxing, hingga kriminalisasi.

Dalam konteks ini, isu perlindungan hutan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi beririsan langsung dengan persoalan keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Pandangan serupa disampaikan Suhardin dari Majelis Ulama Indonesia. Ia menyoroti ketimpangan antara gerakan moral dan kekuatan kebijakan.

“Gerakan moral itu perlu sabar, tapi kalau gerakan kekuasaan, satu kertas saja bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Alam yang Menenangkan: Kisah dari Pantai Lebuk Situbondo Jawa Timur

Terapi Alam yang Menenangkan: Kisah dari Pantai Lebuk Situbondo Jawa Timur

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 07:00 WIB

Taman Hutan Joyoboyo Kediri: Tempat Tenang saat Keramaian Terasa Melelahkan

Taman Hutan Joyoboyo Kediri: Tempat Tenang saat Keramaian Terasa Melelahkan

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 11:15 WIB

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:13 WIB

Terkini

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:04 WIB

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Silmy Karim Cs Dirikan Perusahaan Towing Diduga untuk 'Derek' Duit Suap Izin Tinggal WNA

Silmy Karim Cs Dirikan Perusahaan Towing Diduga untuk 'Derek' Duit Suap Izin Tinggal WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:26 WIB

BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah

BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:26 WIB

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:19 WIB

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:07 WIB