Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB
Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India
Gelombang protes pemuda India menuntut menteri pendidikan mundur akibat skandal ujian dan krisis lapangan kerja. (Hindus Times)
baca 10 detik
  • Gerakan Cockroach Janta Party menghentikan pawai parlemen namun tetap melanjutkan aksi protes.

  • Bentrokan dengan polisi Delhi mengakibatkan 180 orang luka-luka dan 70 demonstran ditahan.

  • Gen Z India menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur akibat skandal kebocoran ujian.

Suara.com - Gerakan Gen Z Cockroach Janta Party atau Partai Rakyat Kecoa memilih melanjutkan aksi menuntut keadilan tanpa menggelar jalan kaki menuju parlemen. Strategi baru ini diambil tepat sehari setelah bentrokan hebat meletus antara ribuan demonstran dan aparat keamanan di pusat kota New Delhi.

Perubahan taktik tersebut menjadi babak baru perjuangan Gen Z India dalam menekan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Gerakan yang awalnya sekadar satir internet ini bertransformasi menjadi gelombang politik paling menekan sepanjang masa jabatan ketiga Modi.

Alih-alih menyurutkan perlawanan, tindakan represif aparat justru mempertegas dorongan publik agar skandal kebocoran soal ujian nasional segera dituntaskan. Dikutip dari Reuters, kebijakan pemerintah yang dinilai lamban merespons krisis pendidikan tersebut memicu amarah jutaan generasi muda di berbagai kawasan.

Pihak Kepolisian Delhi mencatat hampir 180 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan sengit pada hari Senin lalu. Korban cedera mencakup 118 personel keamanan dan kepolisian serta 60 pengunjuk rasa dari pihak massa aksi.

Selain jatuhnya korban luka, kepolisian mengonfirmasi telah menahan 70 demonstran dalam aksi tersebut. Proses hukum resmi akan segera diberlakukan kepada seluruh pengunjuk rasa yang ditangkap.

Suasana di lokasi demonstrasi Jantar Mantar tampak dijaga ketat oleh pasukan paramiliter dan barikade jalanan. Meski diguyur hujan ringan, sekitar 200 pemuda tetap berkumpul melantunkan yel-yel perlawanan sejak Selasa pagi.

Pendiri Cockroach Janta Party menegaskan bahwa pembatalan pawai dilakukan demi menghindari bertambahnya korban jiwa di kalangan demonstran. Pihaknya enggan mengorbankan keselamatan para peserta aksi dari ancaman kekerasan aparat.

"Kami harus membatalkan protes kemarin karena kami tidak ingin lebih banyak pemuda yang terluka," kata pendiri Cockroach Janta Party, Abhijeet Dipke, dalam konferensi pers.

Abhijeet Dipke juga menyoroti potensi bahaya jika massa kembali bergerak mendekati gedung wakil rakyat. Kekerasan kepolisian menjadi alasan utama dibalik keputusan penghentian pawai jalanan tersebut.

baca juga

"Kami tidak akan berjalan lagi karena polisi akan menyakiti para pemuda lagi," kata Abhijeet Dipke.

Abhijeet Dipke mengklaim lebih dari 150 pengunjuk rasa saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, kebenaran angka korban rawat inap tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Gerakan massal ini berakar dari kemarahan meluas atas kasus kebocoran kertas ujian masuk perguruan tinggi pada Mei lalu. Insiden fatal tersebut berdampak langsung pada masa depan lebih dari dua juta pelajar di seluruh penjuru India.

Kelompok Cockroach Janta Party menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan sebagai bentuk tanggung jawab . Skandal sistemik ini dinilai merusak integritas lembaga pendidikan publik serta mematikan asa generasi muda.

Krisis kebocoran ujian ini menjadi ujian terberat bagi stabilitas politik kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pemerintah akan mengabulkan tuntutan utama dari gerakan pemuda tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30 WIB

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×