Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 19:40 WIB
Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?
Ilustrasi ledakan nuklir (wikipedia)

Suara.com - Dalam perang Amerika Serikat dan Iran yang terus berlarut, setidaknya ada empat kubu utama yang terlibat dalam perebutan atau kepentingan atas uranium Iran, yakni Iran sebagai pemilik, Amerika Serikat sebagai penekan utama, Rusia sebagai pihak penengah yang menawarkan solusi, serta International Atomic Energy Agency sebagai pengawas internasional.

Selain itu, negara-negara Barat dan sekutu regional juga ikut berkepentingan dari sisi keamanan global. Konflik ini bukan sekadar soal bahan nuklir, melainkan pertarungan kepentingan geopolitik yang kompleks.

Menurut penjabaran seperti yang telah Suara.com ringkas dari RT.com, Iran berada di garis depan sebagai pemilik sah uranium tersebut dan menolak keras tuntutan untuk menyerahkannya.

Pemerintah Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklir mereka adalah hak kedaulatan dan digunakan untuk tujuan damai seperti energi.

Bahkan, Iran menolak klaim bahwa uranium yang diperkaya akan dipindahkan ke negara lain, dan menegaskan hal itu tidak pernah menjadi bagian dari negosiasi.

Sikap ini menunjukkan bahwa bagi Iran, uranium bukan sekadar komoditas, tetapi simbol kemajuan teknologi dan kemandirian nasional.

Di sisi lain, Amerika Serikat mengambil posisi paling keras. Washington menuntut Iran untuk menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya serta menghentikan program nuklirnya secara permanen.

Tekanan ini bahkan disertai aksi militer, seperti serangan terhadap fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Namun, meskipun serangan tersebut sempat diklaim menghancurkan kemampuan nuklir Iran, berbagai laporan menunjukkan program tersebut masih bisa dilanjutkan, sehingga kekhawatiran AS terhadap potensi senjata nuklir tetap tinggi.

Di tengah kebuntuan tersebut, Rusia mencoba mengambil peran sebagai penengah. Moskow menawarkan solusi kompromi dengan cara menampung atau mengelola uranium Iran di wilayahnya sebagai langkah meredakan ketegangan.

Proposal ini sebenarnya bukan hal baru dan pernah dilakukan dalam kesepakatan nuklir 2015. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Amerika Serikat, yang tetap menginginkan kontrol penuh atau pelucutan total terhadap program nuklir Iran.

Penolakan ini menunjukkan bahwa persaingan geopolitik antara AS dan Rusia juga ikut mempengaruhi arah negosiasi.

ILUSTRASI perang nuklir (BBC)
ILUSTRASI perang nuklir (BBC)

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berada dalam posisi yang semakin sulit. Sebagai pengawas, IAEA bertugas memastikan bahwa uranium Iran tidak disalahgunakan untuk tujuan militer.

Namun sejak Iran membatasi akses pengawasan, badan ini mengaku kesulitan melacak secara pasti lokasi dan jumlah uranium yang ada. Ketidakpastian ini memperbesar kekhawatiran global karena tidak ada pihak yang benar-benar mengetahui kondisi terkini stok uranium tersebut.

Selain empat aktor utama tersebut, negara-negara Barat dan sekutu regional seperti Israel juga memiliki kepentingan besar. Mereka khawatir bahwa jika Iran berhasil mengembangkan senjata nuklir, maka keseimbangan kekuatan di Timur Tengah akan berubah drastis dan memicu perlombaan senjata di kawasan.

Hal ini membuat tekanan terhadap Iran tidak hanya datang dari AS, tetapi juga dari jaringan sekutunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:01 WIB

Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?

Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:47 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:57 WIB

Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat

Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:07 WIB

KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN

KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:05 WIB

Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik

Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:54 WIB

UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan

UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:48 WIB

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:42 WIB

BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat

BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:28 WIB

Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat

Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:05 WIB

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:59 WIB

Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak

Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB