Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 21 April 2026 | 16:57 WIB
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

Suara.com - Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menyerang Iran kembali menjadi sorotan global. Di tengah tekanan politik domestik dan kritik publik yang terus meningkat, Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena dorongan pihak lain termasuk Israel, melainkan murni berasal dari keyakinannya sendiri.

Di saat yang sama, nama Trump juga kembali ramai diperbincangkan karena kemunculannya dalam dokumen perkara Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS.

Dokumen ini diduga menjadi alat blackmail oleh Israel agar Trump nekat menyerang Iran. Lantas bagaimana pernyataan lengkap Trump soal serangan Iran? Simak penjelasan berikut ini.

Bantah Diseret Israel ke Perang Iran

potret Selat Hormuz (Wikimedia Commos/Askeuhd)
potret Selat Hormuz (Wikimedia Commos/Askeuhd)

Dikutip dari website Aljazeera, Trump dengan mengelak dari tudingan bahwa dirinya didorong oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyerang Iran.

Dalam pernyataan di media sosial, ia menulis, "Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran. Hasil dari 7 Oktober, ditambah keyakinan saya sejak lama bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, itulah alasannya."

Pernyataan itu merujuk pada serangan oleh kelompok Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Namun, hingga kini tidak ada bukti publik yang secara langsung mengaitkan Iran dengan serangan tersebut.

Bahkan Kepala Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard sebelumnya menyatakan bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.

Selama beberapa bulan terakhir sebelum konflik memuncak, Trump berulang kali mengklaim bahwa serangan udara AS telah "menghancurkan" program nuklir Iran. Namun, klaim ini justru memicu perdebatan luas di dalam negeri.

Banyak pihak menilai Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat. Kritik pun datang dari berbagai kalangan termasuk rival politiknya, Kamala Harris.

baca juga

Harris secara terang-terangan mengatakan, "Dia masuk ke dalam perang—ditarik oleh Netanyahu. Kita harus jelas soal itu—masuk ke perang yang tidak diinginkan rakyat Amerika.”

Menurut survei terbaru, sekitar dua pertiga warga Amerika tidak menyetujui cara Trump menangani konflik ini. Kondisi tersebut semakin memperumit posisi politiknya, terutama menjelang dinamika pasca pemilu.

Di sisi lain konflik ini juga berdampak besar pada ekonomi global. Setelah serangan awal yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta ratusan warga sipil, Iran merespons dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Akibatnya harga energi melonjak tajam dan memicu inflasi, terutama di Amerika Serikat.

Serangan ke Media

Kapal tanker Indonesia dikabarkan bakal dipermudah lewati Selat Hormuz. (Instagram)
Kapal tanker Indonesia dikabarkan bakal dipermudah lewati Selat Hormuz. (Instagram)

Di tengah tekanan, Trump juga melontarkan kritik terhadap media arus utama. Ia menuduh banyak pemberitaan tidak akurat dan cenderung memojokkan dirinya. Meski begitu, Trump tetap optimistis terhadap hasil kebijakannya.

Ia bahkan membandingkan situasi Iran dengan Venezuela di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro yang menurutnya kini lebih stabil pasca intervensi AS. Trump menyatakan,"Hasil di Iran akan luar biasa jika kepemimpinan barunya bertindak cerdas."

Saat ini, konflik antara AS dan Iran berada dalam fase gencatan senjata sementara. Namun ketegangan belum sepenuhnya mereda. Kedua pihak masih membuka kemungkinan kembali berkonflik jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Isu Epstein Files dan keputusan perang Iran kini menjadi dua topik besar yang sama-sama membayangi Trump. Meski ia membantah adanya keterkaitan di antara keduanya, sorotan publik terhadap dua isu ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam dinamika politik Amerika Serikat.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:46 WIB

Trump Ancam Bom Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan dengan Iran

Trump Ancam Bom Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan dengan Iran

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:16 WIB

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:29 WIB

11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang

11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:27 WIB

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:22 WIB

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:20 WIB

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:15 WIB

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 15:14 WIB

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:08 WIB

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:07 WIB

×