Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG

Bangun Santoso

Rabu, 22 April 2026 | 15:30 WIB
Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG
Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar mengkritik implementasi program Makan Bergizi Gratis. (Suara.com/Tsabita Aulia)
  • Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar mengkritik implementasi program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional dalam diskusi Komnas HAM.
  • Studi menunjukkan program tidak berbasis data, salah sasaran, dan memiliki kualitas makanan buruk serta jadwal distribusi yang tidak tepat.
  • Pemerintah belum memiliki bukti ilmiah terkait peningkatan kesehatan atau prestasi siswa serta diduga memanipulasi narasi melalui berbagai influencer.

Suara.com - Direktur Kebijakan publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Dr. Media Wahyudi Askar, melontarkan kritik terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang diselenggarakan Komnas HAM dengan bertajuk pemenuhan hak anak, pangan, kesehatan, dan rasa aman dalam tata kelola MBG.

Berdasarkan hasil studi independen, program ini dinilai tidak berbasis data yang kuat, salah sasaran, hingga berpotensi membuang anggaran triliunan rupiah setiap harinya. Bahwa salah satu temuan yang paling mencolok adalah besarnya potensi makanan yang terbuang (sisa makanan).

Media juga memaparkan fakta di lapangan yang jauh dari juknis BGN. Di beberapa wilayah, pendistribusian makanan dilakukan pada waktu yang tidak tepat, yakni sekitar pukul 08.00 pagi, terlalu siang untuk sarapan namun terlalu pagi untuk makan siang.

Selain waktu, kualitas rasa juga menjadi keluhan utama. Media mencontohkan kasus di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta di mana para siswa justru enggan memakan jatah MBG tersebut.

“Hampir setengah teman-temannya tidak makan sama sekali. Apa katanya, 'Kenapa nggak dimakan?' 'Nggak enak katanya, terasa hambar katanya, asam nasinya', ujar Media, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti program pemaksaan ini pada sekolah swasta yang sebenarnya sudah memiliki layanan makanan mandiri, sehingga menambah beban durasi sekolah hanya untuk formalitas distribusi makan gratis tersebut.

Klaim Dampak Kesehatan

Terkait klaim pemerintah bahwa MBG akan meningkatkan kesehatan, daya beli, dan prestasi siswa, Media menyebut hal itu belum terbukti secara ilmiah.

Studi yang melibatkan pakar dari World Food Program (WFP) menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan pada kesehatan maupun perilaku belajar siswa.

"Kalau tadi ada yang mengatakan bahwa setelah MBG itu kemudian anak-anak menjadi rajin belajar bernilai 100 itu omong kosong. Ini data yang kami temukan tidak ada dampak yang sama sekali terhadap perilaku anak di sekolah," ujarnya.

Ia juga menyertakan ketiadaan data garis dasar (data dasar) terkait stunting di masyarakat. Tanpa data awal yang akurat, pemerintah menganggap tidak mungkin berhasilnya program ini di masa depan.

Dugaan Kendali Media dan 'Buzzer'

Media juga menyoroti sisi gelap di balik promosi program masif MBG. Ia menduga adanya upaya sistematis untuk mengendalikan narasi publik melalui penggunaan influencer dan berguna membungkam kritik.

"Mereka dapat mengontrol segalanya sekarang. BGN itu mengontrol media massa, BGN itu mengontrol buzzer dan influencer saat ini. Bahkan kami juga bingung diserang oleh buzzer-buzzer gak jelas sebetulnya," ujarnya. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Video | Rabu, 22 April 2026 | 11:16 WIB

Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan

Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:40 WIB

Sudah Hitung-hitungan Modal, Uya Kuya Malah Tertarik Bikin Dapur MBG?

Sudah Hitung-hitungan Modal, Uya Kuya Malah Tertarik Bikin Dapur MBG?

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 14:06 WIB

Trauma Rumah Dijarah, Uya Kuya Bikin Sayembara Rp1 Juta Buru Pelaku Hoaks Dapur MBG

Trauma Rumah Dijarah, Uya Kuya Bikin Sayembara Rp1 Juta Buru Pelaku Hoaks Dapur MBG

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 13:49 WIB

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

News | Senin, 20 April 2026 | 19:59 WIB

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:09 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB