MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 28 April 2026 | 10:45 WIB
MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur
Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Ketua MTI Deddy Herlambang mendesak reformasi sistem keselamatan pascakecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
  • Pemerintah didesak segera melakukan pemisahan jalur kereta, audit sistem pengendali perjalanan, serta menerapkan teknologi persinyalan berbasis keamanan otomatis.
  • Penyelenggara perkeretaapian harus menerapkan sistem manajemen keselamatan berbasis risiko untuk meminimalisasi faktor kelalaian manusia serta kegagalan teknis operasional.

Suara.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang mendesak reformasi menyeluruh pada sistem keselamatan perkeretaapian nasional pascakecelakaan kereta api (KKA) di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. 

Menurutnya, insiden tersebut menunjukkan adanya kerentanan sistemik yang tidak bisa lagi ditangani hanya secara reaktif setelah kecelakaan terjadi.

Ia menilai, dalam kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, keselamatan seharusnya menjadi prinsip utama penyelenggaraan transportasi rel. Namun, implementasi teknis di lapangan dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi standar fail-safe system yang mampu mencegah kecelakaan sejak awal.

"Dalam kerangka Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, keselamatan merupakan prinsip utama penyelenggaraan, namun implementasi teknis di lapangan masih belum sepenuhnya memenuhi standar fail-safe system," kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut Deddy, kecelakaan di Bekasi Timur memperlihatkan persoalan serius pada lintas padat berbasis mixed traffic antara KRL dan kereta jarak jauh. 

Selain itu, sistem pengendalian perjalanan kereta dan mitigasi risiko tabrakan dari belakang atau rear-end collision juga dinilai masih memiliki banyak celah.

"Kecelakaan kereta api pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam penyelenggaraan perkeretaapian nasional," tegasnya.

Ia mendesak pemerintah segera melanjutkan pembangunan double-double track dari Bekasi hingga Cikarang sebagai bagian dari kebijakan pemisahan jalur atau track segregation policy. 

Menurutnya, pemisahan jalur antara KRL dan kereta antar kota menjadi langkah penting untuk mengurangi kepadatan lintas yang sudah over kapasitas sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.

baca juga

Selain itu, Deddy meminta audit segera terhadap sistem Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT). Terkhusus dalam hal ini terkait efektivitas pemantauan posisi dan pengaturan lalu lintas kereta melalui layar dan panel kendali pada lintas Bekasi-Cikarang.

"Dalam Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat (PPKT) diperlukan audit segera, apakah tepat memantau posisi dan mengatur lalu lintas kereta di lintas Bekasi-Cikarang melalui layar dan panel kendali," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya reformasi sistem persinyalan berbasis teknologi. Ia merekomendasikan penggunaan Automatic Train Protection (ATP) untuk kereta jarak jauh. 

Sementara untuk kereta perkotaan dan KRL dilakukan penerapan sinyal ETCS Level 1/2 atau CBTC. Tujuannya agar potensi tabrakan akibat kelalaian manusia dapat ditekan.

"Segera mitigasi persinyalan Kereta Api dengan reformasi Sistem Keselamatan Berbasis Teknologi," imbuhnya.

Selain faktor teknologi, ia menyoroti aspek human error yang harus menjadi perhatian serius. Potensi kelelahan masinis dan miskomunikasi perlu diminimalkan melalui sistem fatigue management, simulator wajib untuk skenario darurat, double confirmation untuk sinyal kritis, hingga membangun budaya keselamatan yang lebih mengutamakan keselamatan dibanding ketepatan waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Green SM, Taksi Listrik di Balik Tabrakan Kereta di Bekasi

Profil Green SM, Taksi Listrik di Balik Tabrakan Kereta di Bekasi

Otomotif | Selasa, 28 April 2026 | 10:11 WIB

10 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Terbaru Tabrakan KA vs KRL di Bekasi Timur

10 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Terbaru Tabrakan KA vs KRL di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

Penjelasan Ibu-Ibu Soal Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dipuji: Paling Simpel dan Jelas

Penjelasan Ibu-Ibu Soal Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dipuji: Paling Simpel dan Jelas

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×