Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

Muhammad Yasir

Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat
BPOM Siapkan Label Nutri-Level untuk Minuman Manis, Berapa Batas Konsumsi Gula Harian? (Freepik)
baca 10 detik
  • Riset CISDI menemukan sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia mengandung gula, garam, dan lemak tinggi.
  • BPOM dan Kemenkes mengkaji hasil riset tersebut untuk menyempurnakan kebijakan pelabelan Nutri-Level sebagai edukasi kesehatan bagi masyarakat.
  • Pemerintah menyeimbangkan perlindungan kesehatan publik dengan kesiapan pelaku industri dalam menerapkan kebijakan pangan sehat secara bertahap.

Suara.com - Temuan riset terbaru yang menyebut sembilan dari sepuluh pangan kemasan di Indonesia tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Namun, dibalik pengakuan atas kuatnya bukti ilmiah tersebut, muncul tantangan besar dalam implementasi kebijakan di lapangan.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sofhiani Dewi, menegaskan bahwa hasil studi Nutrient Profile Models (NPM) yang dipaparkan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) merupakan referensi penting dalam penyusunan kebijakan pangan sehat.

“Kami juga sepakat bahwa hasil studi NPM ini adalah merupakan salah satu bukti yang penting dalam penyempurnaan kebijakan pangan sehat,” ujar Sofhiani dalam sesi tanggapan diseminasi riset CISDI, Selasa (28/4/2026).

Meski demikian, BPOM menilai pendekatan kebijakan tidak bisa langsung mengadopsi hasil studi secara mentah.

Ada sejumlah aspek teknis dan implementatif yang perlu dikaji lebih dalam, termasuk metodologi hingga kesiapan industri. Sofhiani salah satunya menyoroti tingginya sensitivitas metode NPM dalam mengklasifikasikan pangan tidak sehat.

“Dilihat dari studinya, bahwa studi dari NPM… memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam mengidentifikasi produk pangan tidak sehat,” jelasnya.

Namun, ia mempertanyakan implikasi praktis dari penerapan langsung hasil studi tersebut, dengan menilai bahwa mayoritas produk minuman di pasaran berpotensi dikategorikan tidak sehat.

“Tadi aja 97 persen itu menyatakan produk yang beredar tidak sehat… Kalau misalnya kita langsung mengadopsi, bisa kita bayangkan bagaimana kondisi minuman yang ada,” ujarnya.

baca juga

Dilema Kebijakan: Edukasi vs Label Peringatan

Pemerintah saat ini memilih menggunakan sistem pelabelan Nutri-Level, bukan label peringatan langsung. Pendekatan ini dinilai lebih edukatif, terutama bagi masyarakat yang belum terbiasa membaca informasi gizi.

“Kenapa kita mengambil Nutri-Level karena kita kedepannya ingin edukasi dulu ke konsumen, tidak langsung warning,” kata Sofhiani.

Hal senada disampaikan perwakilan Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Novi Indriastuti. Ia menyebut kebijakan Nutri-Level merupakan langkah awal yang bersifat bertahap dan sukarela.

Sementara terkait temuan bahwa 9 dari 10 produk tergolong tidak sehat, menurut Novi justru memperkuat urgensi pengendalian konsumsi GGL di Indonesia.

“Ini tentunya memperkuat urgensi pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular... terkait pola konsumsi tinggi gula, garam, lemak,” tegasnya.

Tantangan Industri dan Realitas Lapangan

Di sisi lain, pemerintah juga harus mempertimbangkan kesiapan industri dalam melakukan reformulasi produk.

Kebijakan yang terlalu ketat dinilai berpotensi sulit diterapkan dalam waktu singkat.

“Kita harus melihat bagaimana implementasinya dan penerapannya seperti apa... sehingga bisa memberikan dampak kesehatan optimal sekaligus tetap dapat diterapkan oleh pelaku usaha,” jelas Sofhiani.

Ia menambahkan, kebijakan harus memenuhi dua prinsip utama, yaitu melindungi kesehatan masyarakat sekaligus tetap feasible bagi industri.

Selain itu, tantangan lain mencakup harmonisasi definisi zat gizi, metode perhitungan ambang batas, hingga ketersediaan data gizi yang akurat.

Pemerintah pum memastikan ke depan, penyempurnaan kebijakan Nutri-Level akan tetap mengacu pada bukti ilmiah seperti NPM, namun dengan pendekatan adaptif terhadap kondisi nasional.

“Penyempurnaan Nutri-Level ini akan dilakukan secara berbasis bukti ilmiah namun tetap memastikan keseimbangan antara perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan industri,” pungkas Sofhiani.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

CISDI Ungkap Mayoritas Pangan Kemasan di Indonesia Tidak Sehat, Ajukan 5 Rekomendasi Kebijakan

CISDI Ungkap Mayoritas Pangan Kemasan di Indonesia Tidak Sehat, Ajukan 5 Rekomendasi Kebijakan

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:38 WIB

Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur

Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×