Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Muhammad Yasir

Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra. (Foto dok. KPAI)
baca 10 detik
  • CISDI mengungkap sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi.
  • Kondisi keluarga yang tidak stabil membuat negara dituntut lebih aktif melindungi anak dari paparan pangan tidak sehat.
  • Peningkatan konsumsi minuman manis memicu lonjakan kasus gagal ginjal pada usia muda di berbagai wilayah di Indonesia.

Suara.com - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengungkap sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia memiliki kandungan gula, garam, dan lemak atau GGL tinggi.

Temuan ini memicu peringatan keras soal meningkatnya risiko penyakit tidak menular, termasuk gagal ginjal di usia muda.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menilai persoalan konsumsi pangan tidak sehat tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada keluarga.

Ia menyoroti kondisi keluarga di Indonesia yang dinilai sedang tidak stabil.

"Keluarga kita 60 persen dari 2.031 itu mengalami problem dari dampak perceraian sebetulnya, perceraian kemudian terjadi perebutan hak asuh, penelantaran dan bahkan pengabaian. Artinya, kalau negara menyerahkan pada keluarga institusi keluarganya sudah mulai roboh," ujar Jasra dalam diseminasi riset Nutrient Profile Models (NPM) di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut, Jasra pun mempertanyakan peran negara dalam melindungi anak dari konsumsi pangan tidak sehat yang masuk kategori “level merah”.

“Apakah negara membiarkan generasi emasnya begitu tumbuh apa adanya gitu, begitu tumbuh dengan makanan yang katakan dalam tanda petik yang warna merah.. yang level D? Apakah kita biarkan begitu? Nah kalau begitu ya maka ancaman generasi emas kita tentu menjadi satu pertaruhan yang tentu perlu kita pikir ulang,” tegasnya.

Tren Gagal Ginjal

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia Ari Subagiyo.

baca juga

Ia mengungkap temuan di lapangan terkait meningkatnya kasus gagal ginjal pada usia muda akibat pola konsumsi minuman manis.

"Saya kunjungan ke Depok seorang anak yang kena gagal ginjal. Dia bilang saya itu dulu sering minum minuman manis dampaknya ke saya sekarang usia 20 tahun. Dia terus berobat ke rumah sakit," ungkap Ari.

Ari juga turut menyoroti fasilitas cuci darah justru terus bertambah seiring meningkatnya jumlah pasien.

"Penambahan korban cuci darah di Jakarta Selatan itu bertambah, dan sekarang gedungnya dibangun. Saya prihatin di situ… kita harus direnungkan kembali kayak dikaji lagilah Nutri-Level apa pilihan yang tepat atau tidak,” tambahnya.

Selain itu, FAKTA juga menemukan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap label Nutri-Level (A-B-C-D), terutama di kalangan akar rumput. Sebaliknya, label peringatan dinilai lebih mudah dipahami.

"Saya barusan di Cililitan, memilih ibu-ibu tuh ada Nutri-Level pilihan sehat, label peringatan. Apa yang terjadi? Yang dipilih adalah label peringatan. Bukan saya memengaruhi mereka pilih, karena mereka tidak berpikir apa sih ABC? apa sih angkanya? Tapi ngelihat oh ini tinggi gula, saya harus berhati-hati," pungkas Ari.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CISDI Ungkap Mayoritas Pangan Kemasan di Indonesia Tidak Sehat, Ajukan 5 Rekomendasi Kebijakan

CISDI Ungkap Mayoritas Pangan Kemasan di Indonesia Tidak Sehat, Ajukan 5 Rekomendasi Kebijakan

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:38 WIB

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

News | Minggu, 26 April 2026 | 20:35 WIB

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×