Perubahan Iklim Bukan Sekadar Isu Lingkungan, OJK: Berdampak Juga pada Aspek Sosial dan Ekonomi

Vania Rossa

Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:17 WIB
Perubahan Iklim Bukan Sekadar Isu Lingkungan, OJK: Berdampak Juga pada Aspek Sosial dan Ekonomi
Sustainable Finance Fest 2026. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Sustainable Finance Fest 2026 di Jakarta menekankan bahwa perubahan iklim kini menjadi risiko sistemik yang mengancam stabilitas ekonomi.
  • OJK mendorong industri keuangan menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan untuk memitigasi risiko akibat stagnasi yang jauh lebih berbahaya.
  • Pelaku industri dan pasar modal diharapkan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial secara inklusif bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Suara.com - Perubahan iklim kini tak lagi bisa dilihat sebagai isu lingkungan semata. Dampaknya semakin terasa luas—menyentuh stabilitas ekonomi hingga memengaruhi aspek sosial masyarakat. Perspektif ini mengemuka dalam Sustainable Finance Fest 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (30/4), saat para pemangku kepentingan menegaskan urgensi transisi menuju keuangan berkelanjutan.

Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK, Deden Firman Hendarsyah, menekankan bahwa perubahan iklim telah berkembang menjadi risiko sistemik. Bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi dan sektor keuangan.

“Perubahan iklim bukan semata risiko lingkungan, namun berkembang menjadi risiko ekonomi dan risiko keuangan yang mengancam stabilitas,” ujarnya.

Menurut Deden, kondisi ini membuat transisi ke keuangan berkelanjutan bukan lagi pilihan sukarela, melainkan kebutuhan mendesak. Industri keuangan dituntut untuk mulai mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap keputusan bisnisnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa proses transisi tetap harus dijalankan dengan kehati-hatian. Risiko perubahan memang ada, tetapi stagnasi justru dinilai lebih berbahaya.

“Memilih untuk tidak bertransisi bukan berarti bebas dari risiko—justru sebaliknya. Risiko akibat stagnasi bisa jauh lebih besar dan sulit dikendalikan,” kata Deden.

Sustainable Finance Fest 2026 yang mengusung tema “Finance for Future: Giving the Green Shift a Lift” ini menjadi ruang temu antara regulator, pelaku industri, investor, akademisi, hingga masyarakat sipil. Tujuannya tak hanya meningkatkan literasi publik, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi regulator, OJK telah merilis berbagai instrumen untuk mempercepat transisi, mulai dari POJK, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), hingga panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS). Regulasi ini diharapkan mampu menggeser paradigma industri, dari sekadar memenuhi kewajiban menjadi kesadaran kolektif.

Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK, R. Joko Siswanto, menyebut bahwa ke depan, pasar akan berperan besar dalam menilai komitmen pelaku usaha terhadap praktik berkelanjutan.

baca juga

“Pada akhirnya, publik yang akan mengapresiasi atau justru ‘menghukum’ pelaku usaha berdasarkan praktik berkelanjutan mereka,” ujarnya.

Peran pasar juga ditegaskan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kepala Divisi Pengembangan 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, menjelaskan bahwa pasar modal kini menjadi salah satu motor penting dalam mengarahkan investasi ke sektor-sektor hijau. Melalui pengembangan indeks ESG, peningkatan transparansi, hingga penyediaan instrumen investasi berkelanjutan, BEI berupaya mempercepat arus modal ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, transisi ini tidak lepas dari tantangan sosial. Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, mengingatkan bahwa agenda keberlanjutan harus mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Transisi energi kerap mengabaikan dampak sosialnya, seperti hilangnya lapangan kerja di sektor energi dan pertambangan,” jelasnya. Ia juga menyoroti potensi ketimpangan manfaat, di mana investasi hijau belum tentu dirasakan secara adil oleh masyarakat lokal.

Karena itu, pendekatan yang inklusif menjadi kunci. Keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, dinilai penting untuk mendorong percepatan transformasi. Deden pun mengajak publik untuk lebih sadar dalam mengambil keputusan finansial.

Setiap investasi, menurutnya, bukan sekadar soal imbal hasil, tetapi juga tentang arah masa depan yang ingin dibangun.

“Setiap rupiah yang diinvestasikan adalah suara untuk masa depan yang lebih baik bagi manusia dan bumi,” katanya.

Melalui forum seperti Sustainable Finance Fest, pesan yang ingin ditegaskan semakin jelas: perubahan iklim adalah isu lintas sektor dan lintas generasi. Menanganinya membutuhkan kolaborasi luas—tidak hanya dari pemerintah dan industri, tetapi juga dari masyarakat sebagai bagian dari ekosistem ekonomi itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:34 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Terkini

PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai

PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai

Banten | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo

Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo

Surakarta | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras

Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:22 WIB

5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!

5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok

Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok

Banten | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah

Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun

Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan

Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan

Jawa Tengah | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:06 WIB

×