Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 03 Mei 2026 | 12:26 WIB
Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja
Ilustrasi buruh. (Pexels)
baca 10 detik
  • Pakar hukum UGM, Nabiyla Risfa Izzati, menilai Undang-Undang Cipta Kerja menyebabkan perlindungan buruh di Indonesia menjadi semakin rentan.
  • Deregulasi ketenagakerjaan memicu ketidakpastian kerja serta melemahkan posisi tawar pekerja saat berhadapan dengan pengusaha di pasar kerja.
  • Kurangnya lapangan kerja berkualitas dan pengawasan pemerintah memperburuk kondisi eksploitasi serta ketidakpastian karier bagi para pekerja Indonesia.

Suara.com - Pakar Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, menilai perlindungan buruh di Indonesia semakin rentan. Hal itu dampak dari perubahan regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja beberapa tahun silam.

Salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya kondisi job insecurity atau ketidakpastian kerja yang membuat posisi pekerja kini semakin lemah.

Menurut Nabiyla, perubahan itu menghadirkan deregulasi ketenagakerjaan, yakni berkurangnya campur tangan negara dalam melindungi pekerja.

"Kalau kita melihat isi dari undang-undang ketenagakerjaan pasca Undang-Undang Cipta Kerja, memang ada banyak hal yang kalau kami di ketenagakerjaan menyebutnya sebagai deregulasi ketenagakerjaan," kata Nabiyla, Minggu (3/5/2025).

"Deregulasi ketenagakerjaan adalah posisi di mana hal-hal yang tadinya diatur oleh negara tidak lagi diatur," imbuhnya.

Disampaikan Nabiyla, deregulasi membuat sejumlah aspek ketenagakerjaan yang sebelumnya diatur dan diproteksi negara kini dikembalikan pada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha. Dalam teori, hal itu bisa berjalan baik bila posisi tawar kedua pihak seimbang.

Namun, menurutnya kondisi pasar kerja Indonesia jauh dari ideal. Jumlah cadangan tenaga kerja yang besar dan tidak terserap membuat pekerja berada dalam posisi yang lebih lemah dibanding pemberi kerja.

"Dalam kondisi seperti itu ketika semua hal dikembalikan pada kesepakatan para pihak, yang terjadi adalah kesepakatan-kesepakatannya nggak akan seimbang nih," tuturnya.

Ia memberi contoh yakni tentang perubahan aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak kerja. Jika sebelumnya kontrak maksimal berlangsung dua tahun, pasca UU Cipta Kerja masa kontrak bisa mencapai lima tahun, bahkan perpanjangannya tidak lagi dibatasi secara jelas.

baca juga

Situasi ini membuat banyak perusahaan lebih memilih merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Bagi perusahaan, skema tersebut dianggap lebih fleksibel dan efisien.

Namun bagi pekerja, hal itu justru memperbesar ketidakpastian masa depan kerja mereka.

Nabiyla menyebut kondisi ini sebagai bentuk job insecurity, yakni situasi ketika pekerja terus berada dalam ancaman ketidakpastian status kerja, sulit mendapatkan kepastian karier, dan semakin rentan terhadap eksploitasi.

"Sebagai pemberi kerja jadi merasa punya legitimasi untuk ngapain saya menghire orang dengan pekerjaan tetap kalau saya bisa menghire orang dengan pekerja kontrak 6 bulan misalnya, 1 tahun misalnya. Dan ini yang kemudian kami sebut sebagai job insecurity," ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak berdiri sendiri. Selain regulasi yang semakin tidak protektif, lemahnya pengawasan pelaksanaan aturan serta belum terciptanya lapangan kerja yang berkualitas turut memperparah kerentanan buruh.

Ia menegaskan, sebaik apa pun aturan ketenagakerjaan tidak akan efektif jika pasar kerja tetap sempit. Ketika lapangan kerja terbatas, pekerja tidak memiliki pilihan lain selain menerima syarat kerja yang timpang.

"Jadi memang semua itu ada permasalahannya. Dari sisi regulasi ada permasalahannya, pengawasan dan pelaksanaan juga ada permasalahannya, dan dari sisi pasar kerja juga memang ada permasalahan industrialisasi yang kita alami," ungkapnya.

Karena itu, Nabiyla bilang penciptaan lapangan kerja yang berkualitas harus menjadi fokus utama pemerintah. Tanpa itu, perlindungan hukum di atas kertas tidak akan cukup untuk mengangkat posisi tawar pekerja di Indonesia.

"Itulah kenapa setiap kali kita ada pemimpin baru kan selalu yang didorong adalah bagaimana caranya agar ada penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, karena mau seperti apapun aturan ketenagakerjaannya, ketika pasar kerjanya tidak ada maka ya dia tidak akan dia mau kerja di mana," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?

UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:35 WIB

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:04 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day Vibes: Kerja Jalan, Harga Naik, Pekerja Perempuan Makin Overthinking

May Day Vibes: Kerja Jalan, Harga Naik, Pekerja Perempuan Makin Overthinking

Your Say | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:05 WIB

Katanya Kota Industri, Gaji Buruh Cilacap di Bawah UMK

Katanya Kota Industri, Gaji Buruh Cilacap di Bawah UMK

Your Say | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:14 WIB

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:44 WIB

Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit

Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 22:39 WIB

Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura

Kendal Tornado FC Incar Kemenangan Keempat Beruntun atas Persipura

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 22:37 WIB

Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay

Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay

Sumbar | Kamis, 17 September 2026 | 22:30 WIB

Pokemon Gandeng Wayang Indonesia, Fadli Zon Sebut Bentuk Akulturasi Budaya Baru

Pokemon Gandeng Wayang Indonesia, Fadli Zon Sebut Bentuk Akulturasi Budaya Baru

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 22:26 WIB

Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak

Pemuda di Bandung Barat Diduga Uji Coba Bom Rakitan 56 Kali, Polisi Sita Bahan Peledak

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:25 WIB

Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost

Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 22:24 WIB

×