- Harga minyak dunia merosot hingga 4 dolar AS per barel pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026.
- Presiden AS Donald Trump memilih jalur diplomasi dan menahan serangan baru demi membuka kembali Selat Hormuz.
- Kelompok OPEC+ menyetujui kenaikan kuota produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai September mendatang.
Suara.com - Harga minyak dunia merosot hingga 4 dolar AS per barel pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menahan serangan baru ke Iran dan memilih menempuh jalur diplomasi untuk menghentikan program nuklir Tehran serta membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 4,08 dolar AS atau 4,64 persen menjadi 83,85 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 4,01 dolar AS atau 4,74 persen ke posisi 80,66 dolar ASper barel.
Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat melonjak lebih dari 20 persen bulan lalu, setelah adanya perselisihan militer antara AS dan Iran, serta maraknya serangan terhadap kapal tangker di sekitar perairan Oman yang memicu kekhawatiran keamanan pelayaran.
Sinyal deeskalasi muncul setelah Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan. Kesepakatan tersebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran.
![Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/27/40584-harga-minyak-dunia-fasilitas-minyak-mentah.jpg)
Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menilai fokus utama pasar saat ini adalah kepastian kesepakatan tersebut. Menurutnya, harga minyak berisiko kembali melonjak jika negosiasi gagal dan Iran tetap memanfaatkan posisinya di Selat Hormuz melalui serangan ke pangkalan AS atau kapal tangker.
"Dengan harapan kesepakatan yang runtuh karena Iran bersikeras dan terus memanfaatkan kendalinya atas Selat, berpotensi melalui serangan terhadap pangkalan AS atau kapal tanker yang melintasi jalur air tersebut," kata Sycamore.
Data pelayaran pada Senin menunjukkan dua kapal tangker berisikan minyak Arab Saudi berhasil melintasi Selat Bab el-Mandeb keluar dari Laut Merah.
Namun, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih melambat usai Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan tiga serangan baru terhadap kapal tangker sejak Sabtu lalu.
Dari sisi pasokan, kelompok produsen minyak OPEC+ menyetujui kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai September mendatang. Langkah ini mengakhiri tahap pemangkasan produksi sukarela yang dilakukan sebelumnya.
Kendati demikian, tambahan kuota bulanan OPEC+ dinilai belum berdampak signifikan terhadap pasar. Hal ini disebabkan oleh gangguan ekspor dari Teluk, Rusia, dan Kazakhstan akibat konflik yang masih berlangsung di Iran dan Ukraina.