Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB
Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran
Selat Hormuz
baca 10 detik
  • AS memulai Project Freedom untuk mengawal kapal komersial keluar dari blokade Iran di Selat Hormuz.

  • Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan militer penuh jika navigasi kapal tersebut diganggu Iran.

  • Operasi ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk menyelamatkan kru kapal yang terjebak konflik.

Suara.com - Amerika Serikat resmi mengambil risiko militer tertinggi dengan memulai operasi pengawalan kapal asing untuk menerobos blokade Iran di Selat Hormuz mulai Senin ini.

Langkah strategis bernama Project Freedom ini menjadi upaya paling konkret Washington untuk memulihkan akses jalur laut vital yang selama ini ditutup total oleh Teheran.

Dikutip dari Axios, Donald Trump menegaskan bahwa militer Amerika tidak akan segan melepaskan tembakan jika pihak Iran mencoba menghalangi pergerakan kapal-kapal tersebut.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Melalui manuver ini, Amerika Serikat secara terbuka menantang dominasi absolut garda militer Iran atas salah satu jalur minyak terpenting di dunia.

Krisis ini berpotensi memicu eskalasi perang terbuka apabila Teheran memilih untuk merespons kehadiran Angkatan Laut AS dengan tindakan agresif.

Operasi ini tidak melibatkan pengawalan langsung secara melekat, melainkan penempatan armada tempur di posisi strategis untuk menghalau potensi serangan.

Angkatan Laut Amerika Serikat akan memandu kapal-kapal komersial melalui jalur maritim yang aman dari ancaman ranjau laut kiriman Iran.

Secara geopolitik, Selat Malaka jauh lebih strategis dari Selat Hormuz. Komoditas perdagangan yang melintasi Selat Malaka juga lebih banyak dan lebih penting ketimbang Hormuz. [Suara.com/Gemini/Syahda]
Secara geopolitik, Selat Malaka jauh lebih strategis dari Selat Hormuz. Komoditas perdagangan yang melintasi Selat Malaka juga lebih banyak dan lebih penting ketimbang Hormuz. [Suara.com/Gemini/Syahda]

Bantuan teknis berupa informasi rute terbaik akan diberikan agar kapal-kapal asing tidak terjebak dalam zona berbahaya yang telah dipetakan intelijen.

Trump mengeklaim bahwa banyak negara netral telah meminta bantuan Washington karena kapal mereka terjepit di tengah zona pertempuran tanpa kepastian.

baca juga

Kondisi awak kapal di lokasi tersebut dilaporkan mulai kritis akibat menipisnya stok makanan serta memburuknya fasilitas sanitasi di atas kapal.

Presiden Trump menyatakan bahwa misi ini murni bersifat bantuan tanpa maksud mencampuri urusan negara-negara yang berkonflik di wilayah tersebut.

"Pergerakan kapal ini semata-mata dimaksudkan untuk membebaskan orang-orang, perusahaan, dan negara-negara yang sama sekali tidak melakukan kesalahan — mereka adalah korban keadaan. Ini adalah isyarat kemanusiaan atas nama Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, namun secara khusus, negara Iran," kata Trump.

Pemerintah Amerika Serikat berjanji akan menjamin keamanan setiap kapal yang ingin keluar dari perairan yang saat ini tengah dibatasi aksesnya.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terbatas ini, sehingga mereka dapat menjalankan bisnis mereka dengan bebas dan cakap," tambahnya.

Namun, Trump memberikan peringatan keras bahwa setiap upaya penghalangan terhadap navigasi ini akan dihadapi dengan respons militer yang mematikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:22 WIB

Terkini

39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T

39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:30 WIB

Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok

Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang

Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:52 WIB

KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:36 WIB

Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh

Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:34 WIB

Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027

Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:33 WIB

Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat

Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:27 WIB

Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis

Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:25 WIB

Lawan Putusan Pengadilan Militer!  4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus  Ajukan Banding

Lawan Putusan Pengadilan Militer! 4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi

Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:16 WIB