Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)
  • Pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah membantah kabar penjualan rumah massal akibat trauma banjir di kawasan tersebut.
  • Faktor utama penjualan rumah adalah demografis pensiunan dan alih kepemilikan oleh ahli waris, bukan fenomena eksodus warga.
  • Warga tetap nyaman tinggal di sana karena faktor keamanan, kerukunan sosial, serta harga properti yang sangat kompetitif.

Suara.com - Warga dan pengurus lingkungan Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang menyebutkan puluhan rumah di kawasan tersebut dijual massal akibat pemilik trauma banjir.

Warga menilai narasi tersebut menyudutkan dan merusak citra lingkungan yang selama ini dianggap nyaman dan rukun.

Ketua RW 06 Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Boy Irvan, menyatakan keberatannya terhadap narasi yang menyebut perumahan mereka ditinggalkan penghuninya.

Ia menegaskan bahwa rumah yang dijual di kawasan tersebut tidak berkaitan langsung dengan intensitas banjir, melainkan faktor demografis sebagai perumahan lama.

Ia menjelaskan bahwa dari total sekitar 780 rumah di wilayahnya, jumlah rumah yang dipasangi papan atau spanduk dijual masih dalam batas wajar dan bukan merupakan fenomena eksodus massal.

“Kalau seandainya ada rumah dijual sekitar 20 itu masih make sense. Karena kan persentasenya jauh kan, kecuali separuh dari rumah dijual, separuh dari rumah dikosongin, nah itu baru tanda tanya,” ujar Boy Irvan, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan, Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren terlihat ramai lalu-lalang kendaraan keluar masuk perumahan. Perumahan terlihat masih banyak berpenghuni.

Faktor Pensiunan

Mayoritas penghuni Perumahan Taman Mangu Indah adalah para pensiunan dari berbagai instansi seperti Pajak, TNI, dan Polri yang telah menetap sejak tahun 1970-an. Hal ini menjadi alasan utama adanya rumah yang kosong atau dijual oleh ahli waris.

“Kalau jual rumah emang udah dari dulu sih. Sebelum banjir juga emang udah... karena orangnya udah pada nggak ada. Kan ini kan kebanyakan kan rumah-rumah para pensiunan. Sudah lama tinggal di sini, tinggal anak-anaknya,” jelas salah satu satpam di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Dias.

"Mereka udah punya rumah di mana, akhirnya rumah ini kan kosong," katanya menambahkan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 06 Boy Irvan juga menambahkan bahwa fenomena rumah dijual tersebut lebih banyak merupakan "jual santai".

“Ada yang masih ditempatin ada tulisan dijual, mereka itu jual-jual santai gitu loh. Ada yang beli syukur, enggak ya udah gitu,” kata dia.

Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)
Suasana di Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). (Suara.com/Dinda)

Klarifikasi Riwayat Banjir: Imbas Proyek BXC dan Tanggul Seberang

Terkait isu banjir, Pak RW menjelaskan bahwa meski daerah tersebut memiliki riwayat banjir, namun intensitasnya biasanya dalam siklus panjang, bukan setiap saat.

Ia menunjuk pembangunan tanggul dan masalah teknis di wilayah RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Perumahan Taman Mangu Indah sebagai pemicu memburuknya situasi belakangan ini.

“Dulu sih tetep banjir, warga banjir cuma kan karena lima tahunan kayak gitu dan saya rasa kita juga paham juga wilayah lain juga sama aja ngalamin juga kan. Beberapa tahun sekali doang gitu nggak yang tiap tahun banjir gitu kan. Ini kan imbasnya itu satu dari Kali BXC, kedua dari pendangkalan akibat sana, kali itu, dua faktor utama yang air suka meluap ke sini gitu,” jelas Ketua RW 06.

Boy juga bercerita terkait fenomena air meluap (luber) yang terjadi baru-baru ini.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kerusakan infrastruktur di wilayah tetangga.

“Kalau lagi tinggi sama aja. Tapi kalau untuk luber itu, kemarin sempat luber itu belum pernah tadinya. Cuma kan karena ada tanggul jebol di seberang, yang perumahan Ceger itu ya. Nah, karena dia jebol akhirnya kalinya tinggi luber. Tapi waktu dia itu nggak jebol sini nggak luber,” tegas Ketua RW 06.

Alasan Warga Tetap Betah: Harga Masuk Akal dan Lingkungan Rukun

Meskipun diterpa isu miring, warga menyatakan tetap betah tinggal di Taman Mangu Indah. Faktor luas tanah, harga properti yang kompetitif, serta sistem keamanan menjadi alasan utama kawasan ini tetap menjadi pilihan hunian yang ideal.

“Adalah sulit mencari rumah yang harganya make sense dengan luas di sini. Sini sampai yang 300 meter juga ada. Jadi termasuk rumahnya luas-luas, udah gitu juga jalannya kan semuanya udah dicor sampai ke belakang udah dicor," kata dia.

"Pengamanannya satu pintu, kalau ada tamu harus ninggalin KTP. Nah itu ngebantu untuk komplek-komplek sekitar sini banyak jadi percontohan sih sini,” Boy menambahkan.

Selain faktor fisik bangunan, kerukunan antarwarga menjadi nilai tambah yang membuat penghuni enggan pindah. Pengurus lingkungan secara rutin mengadakan kegiatan edukasi dan sosial.

“Komplek ini termasuk rukun ya orangnya. Jadi kayak tadi nih saya sebenernya abis ngumpul dengan warga di Taman Blok B mengedukasi. Kita Taman Blok B itu adalah ada perpustakaannya jadi edukasi. Kalau malem biasanya saya di belakang, Blok H. Jadi kompak warganya sih,” pungkas Pak RW.

Warga menyesalkan adanya pemberitaan yang menyamaratakan kondisi Perumahan Taman Mangu Indah tanpa melihat fakta di lapangan.

“Kedua juga dengan adanya berita (dari media lain) kemarin tentu saja ya kecewa karena kan mempengaruhi sini juga karena sebutnya Taman Manggu Indah aja kan, padahal Taman Manggu Indah itu ada dua kan, sana (Kelurahan Jurang Mangu Barat) sama sini (RW 06),” tutupnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB