- Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer mengakui kesalahannya terkait penerimaan gratifikasi Rp3,3 miliar dan motor Ducati dalam sidang Tipikor Jakarta.
- Noel didakwa menerima gratifikasi serta terlibat pemerasan senilai Rp6,5 miliar dari pemohon sertifikasi K3 bersama sejumlah pejabat Kemnaker.
- Majelis hakim akan mempertimbangkan sikap penyesalan terdakwa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan tuntutan serta putusan perkara hukum tersebut.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wenaker), Immanuel Ebenezer, menyampaikan penyesalannya karena menerima uang Rp3 miliar dan satu unit Ducati Scrambler.
Hal itu dia sampaikan dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker yang menjerat Noel sebagai terdakwa.
“Saya mengaku salah, Yang Mulia,” kata Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
“Menyesal?,” tanya Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana.
“Sangat menyesal, Yang Mulia, dan malu saya,” sahut Noel.
Lebih lanjut, Noel mengatakan bahwa dia menggantungkan harapan terkait nasibnya pada keputusan majelis hakim.
“Saya hanya butuh kebijaksanaan dan saya minta ampun, Yang Mulia,” ucap Noel.
Hakim Nur Sari menegaskan bahwa sikap Noel ini akan menjadi pertimbangan bagi jaksa penuntut umum (JPU) dalam menyusun tuntutan dan bagi majelis hakim dalam memberikan putusan.
Dakwaan JPU
Diketahui, Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 3,3 miliar (Rp3.365.000.000) dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.
![Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (tengah) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/19/16331-sidang-immanuel-ebenezer-wamenaker-immanuel-ebenezer-atau-noel.jpg)
“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan telah melakukan perbarengan beberapa tindak pidana yang harus dipandang sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri,menerima gratifikasi yaitu terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menerima uang yang seluruhnyaberjumlah Rp3.365.000.000,00 dan barang berupa 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu berhubungan dengan jabatan terdakwa,” kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Uang dan sepeda motor diberikan itu diduga oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.
Di sisi lain, jaksa KPK juga mendakwa Noel telah menerima suap dan pemerasan sebesar Rp 79 juta dari total keseluruhan nilai pemerasan sebanyak Rp 6,5 miliar bersama sejumlah saksi terdakwa lain, di antaranya Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.
“Telah turut serta melakukan perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pidana yang berdiri sendiri, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yaitu menguntungkan diri Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 70 juta,” ujar jaksa.
Noel dan kawan-kawan disebut memaksa para pemohon sertifikasi K3 untuk membayar uang dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 6,5 miliar (Rp 6.522.360.000).