8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

Vania Rossa

Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:10 WIB
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
Kondisi Bus ALS yang hancur akibat kecelakaan di Padang Panjang pada Selasa (6/5/2025). Peristiwa ini menelan 12 orang korban jiwa. [Dok. Antara/Iggoy el Fitra]
baca 10 detik
  • Kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Jalinsum Muratara pada Rabu (6/5/2026) menewaskan 16 orang korban.
  • Bus diduga melanggar jalur berlawanan saat menghindari lubang jalan hingga menabrak truk dan memicu kebakaran hebat.
  • Penyelidikan mengungkap bus beroperasi dengan izin kedaluwarsa sejak 2020 serta membawa muatan barang yang melanggar ketentuan.

Suara.com - Tragedi memilukan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, setelah sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terlibat kecelakaan hebat dengan truk tangki pengangkut BBM pada Rabu (6/5/2026) siang.

Insiden yang memicu kebakaran besar itu menewaskan sedikitnya 16 orang setelah para korban terjebak dalam kobaran api yang menghanguskan kedua kendaraan di kawasan Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB bermula saat bus yang membawa belasan penumpang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin, menjelaskan dugaan awal kecelakaan dipicu ketika sopir bus berusaha menghindari kerusakan jalan sebelum akhirnya menghantam truk dari arah berlawanan.

“Dari arah berlawanan terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur berlawanan karena menghindari lubang sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut,” ujar Aiptu Iin, dikutip Jumat (8/5/2026).

Berikut delapan fakta terkait tragedi kecelakaan maut tersebut:

1. Korban Tewas Capai 16 Orang

Kecelakaan yang terjadi di Jalinsum Muratara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Sebanyak 14 korban merupakan penumpang bus ALS, sementara dua lainnya adalah sopir dan kernet truk tangki BBM. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat terbakar di dalam kendaraan.

baca juga

2. Diduga Bermula karena Hindari Lubang

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi selamat, bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Saat tiba di lokasi kejadian di Simpang Danau, Karang Jaya, bus diduga oleng ke kanan karena berusaha menghindari lubang di badan jalan.

Di saat bersamaan, melintas truk tangki BBM dari arah berlawanan sehingga tabrakan adu depan tak terhindarkan.

3. Kedua Kendaraan Langsung Terbakar

Benturan keras antara bus dan truk tangki BBM milik PT Seleraya memicu percikan api. Karena truk membawa bahan bakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan kedua kendaraan.

Banyak penumpang diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena api merambat sangat cepat.

4. Polisi Temukan Barang Tak Lazim di Dalam Bus

Saat olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bawaan penumpang yang tidak sesuai ketentuan angkutan umum di dalam bus ALS.

Petugas menemukan tabung gas, dipan kayu, alat mesin motor, hingga dua unit sepeda motor. Temuan ini didalami karena diduga melanggar aturan angkutan penumpang dan berpotensi memperparah kecelakaan.

“Ini mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan sedang didalami lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya.

5. Identitas Sejumlah Korban Mulai Terungkap

Beberapa korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi antara lain sopir bus ALS bernama Alif (44), sopir truk tangki Yanto atau Aryanto (49), serta kernet truk Martini atau Martono (48).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel masih bekerja menggunakan tes DNA dan data medis untuk mengidentifikasi korban lain yang mengalami luka bakar berat.

6. Izin Operasi Bus Ternyata Mati Sejak 2020

Kementerian Perhubungan mengungkap fakta mengejutkan setelah melakukan pengecekan terhadap bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL.

Izin operasional bus tersebut ternyata telah habis masa berlaku sejak 4 November 2020. Artinya, bus diduga beroperasi secara ilegal selama lebih dari lima tahun.

“Kami turut berduka cita atas kejadian kecelakaan yang merenggut banyak nyawa di Jalan Lintas Sumatera. Kami mengecek kendaraan yang terlibat dan ditemukan bus ALS ini tidak memiliki izin sejak 4 November 2020. Sementara data Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) masih berlaku hingga 11 Mei 2026,” kata Aan.

7. Ada Indikasi Pemalsuan Plat Nomor

Kementerian Perhubungan juga menemukan perbedaan antara nomor kendaraan dengan dokumen resmi yang ada. Hal ini mengindikasikan dugaan pemalsuan nomor polisi atau identitas kendaraan pada bus ALS tersebut.

Bus ALS dinilai melakukan pelanggaran berat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2019. Berdasarkan Pasal 102, operator diduga melakukan tiga pelanggaran fatal, yakni memalsukan dokumen perjalanan, tetap mengoperasikan armada meski izin telah kedaluwarsa, serta lalai dalam operasional hingga menyebabkan kecelakaan maut.

8. Empat Penumpang Dilaporkan Selamat

Di tengah banyaknya korban jiwa, pihak berwenang memastikan ada empat penumpang bus ALS yang berhasil selamat.

Namun kondisi korban berbeda-beda. Tiga orang mengalami luka bakar berat, sedangkan satu lainnya hanya mengalami luka ringan.

Para korban sempat mendapat penanganan awal di puskesmas setempat sebelum dirujuk ke RSUD Rupit untuk menjalani perawatan intensif.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026

Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026

Sport | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me

Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa

Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa

Bali | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

×