Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
Ferdinand Marcos Jr. (AFP)
  • Marcos Jr. memperingatkan pemulihan gangguan ekonomi global di kawasan ASEAN butuh waktu tahunan.

  • Konflik Timur Tengah diidentifikasi sebagai faktor utama pengganggu stabilitas pasokan energi negara-negara ASEAN.

  • ASEAN mengadopsi kerangka LEAD-SAIL-RISE untuk memperkuat integrasi ekonomi dan keamanan regional secara konkret.

Suara.com - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memberikan peringatan keras mengenai ancaman krisis ekonomi berkepanjangan yang membayangi kawasan Asia Tenggara.

Stabilitas negara-negara anggota kini teruji oleh kerentanan terhadap guncangan eksternal yang dipicu oleh tensi geopolitik dunia.

Efek domino dari ketidakstabilan global diprediksi tidak akan hilang begitu saja meski ketegangan militer mulai mereda nantinya.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (instagram)
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (instagram)

Marcos Jr. menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur dan sistem vital memerlukan waktu pemulihan yang sangat lama.

Kawasan ini harus segera bertransformasi dari sekadar merespons krisis menjadi penguat ketahanan institusi yang lebih terintegrasi.

Ketidakstabilan di Timur Tengah menjadi sorotan utama karena mengganggu jalur logistik minyak dan memicu lonjakan harga global.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr sampaikan pidato kenegaraan perdana, Senin (25/7/2022). (Foto: AFP)
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr sampaikan pidato kenegaraan perdana, Senin (25/7/2022). (Foto: AFP)

Kondisi tersebut telah mengubah pola bisnis dan cara hidup masyarakat di seluruh negara anggota ASEAN secara drastis.

“Efek domino dari gangguan pasokan minyak terhadap berbagai sektor di negara-negara kita telah memengaruhi cara kita berbisnis, bekerja, dan menjalani kehidupan,” ucapnya.

Meskipun dampaknya tidak merata, ancaman ini dipastikan membebani pertumbuhan ekonomi masa depan kawasan secara signifikan.

Pemulihan dari gangguan yang hanya berlangsung beberapa pekan dinilai membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali normal.

Marcos Jr. menekankan pentingnya ASEAN Community Vision 2045 dalam memetakan tantangan jangka panjang terkait keamanan sumber daya.

Kerangka kerja tersebut dirancang untuk memitigasi risiko akibat persaingan kekuatan besar yang kian meruncing di panggung internasional.

“Krisis terbaru ini menjadi pengingat yang jelas tentang betapa rentan ekonomi kita terhadap perubahan mendadak dalam tatanan internasional dan, akibatnya, ekonomi global,” kata dia.

Pemimpin Filipina tersebut mendesak implementasi rencana aksi regional yang nyata guna mencegah guncangan kecil berubah menjadi krisis dalam.

“Gangguan yang terjadi beberapa minggu akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan, menguji bukan hanya pemerintah kita, tetapi juga masyarakat kita,” tambahnya.

Melalui kepemimpinan Filipina, organisasi regional ini mulai mengadopsi konsep strategis yang disebut sebagai LEAD-SAIL-RISE.

Inisiatif ini memfokuskan penguatan pada pilar keamanan politik, penyatuan ekonomi, serta kemajuan sosial yang berbasis pada masyarakat.

Upaya kolektif ini diharapkan mampu membentengi kawasan dari ancaman fragmentasi global yang kian nyata.

“Dan meskipun dampaknya mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain di ASEAN saat ini, tidak dapat disangkal bahwa gangguan ini akan berdampak pada masa depan,” katanya.

Langkah ini menjadi dasar bagi Asia Tenggara untuk tetap berdaulat di tengah pusaran konflik kepentingan negara-negara adidaya.

Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Retreat KTT ke-48 ASEAN yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, sebagai respons atas ketidakpastian pasar global.

Konflik bersenjata di berbagai belahan dunia dan gangguan rantai pasok pascapandemi terus menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu

Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:03 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB