Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Vania Rossa

Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
Ilustrasi pilah sampah dari rumah. (Pixabay)
baca 10 detik
  • PT Uni-Charm Indonesia menyelenggarakan program edukasi pemilahan sampah bagi warga di Desa Warung Bambu, Karawang, pada 29 April 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga demi mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
  • Penyediaan fasilitas Drop Box EPR mendukung sinergi pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat untuk mencapai target pengurangan sampah nasional tahun 2029.

Suara.com - Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lebih dari 50 persen timbulan sampah nasional pada 2025 berasal dari rumah tangga. Tanpa pemilahan sejak awal, sampah yang tercampur akan sulit didaur ulang dan berakhir membebani tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas.

Di tengah target nasional pengurangan sampah sebesar 30 persen pada 2029, edukasi soal kebiasaan memilah sampah dari rumah mulai digencarkan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) melalui program “Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!” yang digelar di Desa Warung Bambu, Kabupaten Karawang, pada 29 April 2026.

Program ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang serta KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu. Sasaran utamanya adalah ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan anggota PKK yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat keluarga.

Kegiatan pilah sampah 3R. (dok. ist)
Kegiatan pilah sampah 3R. (dok. ist)

Lewat kegiatan ini, masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah organik, non-organik, dan plastik sejak dari rumah sebagai langkah sederhana yang berdampak besar terhadap lingkungan.

Tak hanya edukasi, Unicharm juga menyalurkan fasilitas tempat sampah “Drop Box EPR” untuk mendukung kebiasaan memilah sampah di lingkungan warga. Sistem ini mendorong masyarakat melakukan tiga langkah sederhana sebelum membuang sampah, yakni mengosongkan dan melipat kemasan, menjaga sampah tetap bersih dan kering, lalu membuangnya sesuai kategori.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan konsep Extended Producer Responsibility (EPR) atau Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas, di mana produsen ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah pascakonsumsi produknya.

Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda DLHK Kabupaten Karawang, Agus Yuniarto, mengatakan penanganan persoalan sampah membutuhkan kolaborasi banyak pihak, tidak hanya pemerintah.

“Kami sangat menyambut baik langkah Unicharm yang turun langsung ke akar rumput untuk mengedukasi warga. Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah,” ujarnya.

Menurut Agus, kebiasaan memilah sampah dari sumbernya dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendukung peta jalan pengurangan sampah nasional.

baca juga

Sementara itu, Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari komitmen perusahaan melalui slogan Ethical Living for SDGs.

“Sejak tahun 2022, Unicharm telah melakukan kegiatan edukasi serupa dan menjangkau lebih dari 1.000 masyarakat termasuk siswa-siswi di berbagai jenjang sekolah di Indonesia. Unicharm akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan lingkungan serta memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Nishioka.

Di tengah meningkatnya kesadaran soal krisis sampah dan ancaman penuh sesaknya TPA di berbagai daerah, perubahan kecil seperti memilah sampah dari rumah kini mulai dipandang sebagai langkah penting menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan pada 2029 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:27 WIB

Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok

Bantargebang Terancam Overload, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah Mulai Besok

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:53 WIB

Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan

Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×