- Ratusan relawan dalam program AFI Berbagi berhasil mengumpulkan 946 kilogram sampah plastik di pesisir Tangerang dan Kepulauan Seribu.
- Kegiatan yang berlangsung sejak September 2025 hingga Mei 2026 ini bertujuan mengatasi pencemaran laut dan perubahan iklim.
- Selain aksi bersih pantai, masyarakat setempat menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi mengenai pengelolaan literasi keuangan.
Suara.com - Persoalan sampah plastik di kawasan pesisir kembali menjadi sorotan setelah aksi bersih pantai digelar di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, hingga Pulau Damar, Kepulauan Seribu. Kegiatan yang berlangsung sejak September 2025 hingga Mei 2026 tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 946 kilogram sampah yang mayoritas berupa plastik sekali pakai.
Aksi bersih pantai yang merupakan rangkaian kegiatan Beach Clean-Up, sebagai bagian dari program AFI Berbagi ini, melibatkan ratusan relawan dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim serta pencemaran laut yang terus mengancam kawasan pesisir.
Berdasarkan data dari Langit Biru Pertiwi, sebagian besar sampah yang ditemukan di Pantai Tanjung Pasir berasal dari aktivitas masyarakat pesisir dan wisatawan, seperti kantong plastik, botol minuman, hingga kemasan makanan. Sementara di Pulau Damar, sekitar 60 hingga 70 persen sampah yang ditemukan juga didominasi sampah plastik sekali pakai yang diduga merupakan sampah kiriman dari laut.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sampah plastik masih menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir dan laut. Karena itu, diperlukan aksi kolaboratif dan berkelanjutan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Program bersih pantai ini melibatkan 151 relawan yang turut membersihkan area pesisir di beberapa titik. Penutupan kegiatan dilakukan melalui aksi bersih pantai di Pulau Damar, Kepulauan Seribu.
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi nyata perusahaan dalam mendukung upaya pengurangan dampak perubahan iklim.
“Melalui inisiatif ini, kami juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga lingkungan, mendukung kesehatan, dan memperkuat literasi serta pemberdayaan finansial mereka,” ujar Niharika dalam keterangannya, Kamis (8/5/2026).
Selain aksi bersih pantai, kegiatan ini juga dibarengi layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga pesisir Pantai Tanjung Pasir bekerja sama dengan RS Mayapada Bogor. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan gratis.
Tak hanya itu, edukasi literasi keuangan juga diberikan kepada warga dan nelayan setempat. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga cara menyikapi pinjaman online.
Co-founder Langit Biru Pertiwi, Nadia Mulya, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap semakin banyak pihak ikut terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan pesisir.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat mendorong lebih banyak pihak bergerak bersama menuju perubahan positif dan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Nadia.