Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Pebriansyah Ariefana

Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
baca 10 detik
  • Donald Trump menolak proposal damai Iran dan menyebutnya sebagai tawaran yang tidak dapat diterima.

  • Iran menegaskan tidak akan menyerah dan menuntut ganti rugi serta kedaulatan Selat Hormuz.

  • Harga minyak dunia melonjak tajam akibat ancaman keamanan jalur energi dan kegagalan negosiasi.

Suara.com - Kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik nadir setelah tawaran perdamaian dari pihak Iran ditolak secara sepihak.

Langkah ini memastikan perang sepuluh minggu di Timur Tengah akan terus berlanjut dengan risiko gangguan energi yang semakin nyata.

Dikutip dari CNBC, sikap keras kedua negara kini mempertaruhkan stabilitas ekonomi global akibat tersendatnya jalur logistik minyak di Selat Hormuz.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

“Saya baru saja membaca tanggapan dari pihak yang disebut sebagai 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya — SANGAT TIDAK DAPAT DITERIMA!” ujar Trump dalam unggahan Truth Social pada hari Minggu.

Teheran memandang persyaratan yang diajukan Amerika Serikat bukan sebagai jalur damai melainkan sebuah paksaan untuk bertekuk lutut.

Pihak Iran menuntut ganti rugi kerusakan perang, kedaulatan penuh atas Selat Hormuz, serta pembebasan aset-aset mereka yang dibekukan.

Tuntutan ini menjadi tembok besar bagi upaya deeskalasi yang diharapkan banyak pihak bisa mendinginkan suasana di kawasan Teluk.

Selat Hormuz (CNN)
Selat Hormuz (CNN)

Donald Trump secara tegas menilai poin-poin tersebut sebagai penghinaan terhadap posisi tawar Amerika Serikat dalam konflik ini.

“Kami tidak akan pernah menundukkan kepala di hadapan musuh, dan jika muncul pembicaraan mengenai dialog atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur,” tegas Presiden Iran Masoud Pezeshkian di platform X.

baca juga

Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa misi militer belum berakhir karena Iran belum sepenuhnya melucuti kemampuan pengayaan uranium mereka.

Pasar minyak langsung bereaksi negatif terhadap kegagalan negosiasi ini dengan kenaikan harga Brent mencapai kisaran 105 dolar AS.

Kekhawatiran akan penutupan total Selat Hormuz membuat para pelaku pasar bersiap menghadapi skenario terburuk pasokan energi dunia.

Meski sebuah kapal tanker Qatar sempat diizinkan melintas, hal itu dianggap hanya sekadar gestur simbolis yang tidak merubah keadaan.

“Minyak tetap sangat sensitif terhadap berita utama, dengan pasar terjebak di antara harapan deeskalasi dan risiko bahwa bentrokan sporadis tetap menanamkan premi risiko energi dalam valuta asing dan suku bunga,” jelas Christopher Wong, pakar strategi mata uang di OCBC Bank.

Ketidakpastian ini diperparah dengan serangan drone Iran ke beberapa negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

Militer Iran kini memperingatkan adanya opsi kejutan jika pihak lawan melakukan kesalahan perhitungan dalam mengambil langkah ofensif.

“Opsi yang mengejutkan” ini disebut akan menyasar area-area yang selama ini tidak pernah diantisipasi oleh pihak intelijen musuh.

Pemimpin Agung baru Iran juga dikabarkan telah memberikan instruksi operasional militer yang sangat menentukan bagi pasukan di lapangan.

“Opsi yang mengejutkan jika musuh membuat kesalahan perhitungan lagi, yang menyatakan bahwa agresi di masa depan akan membawa konflik ke area yang tidak diantisipasi oleh musuh,” peringat juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia.

Kini sorotan dunia tertuju pada pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping yang akan segera berlangsung di Beijing.

Konflik ini berakar dari perang sepuluh minggu yang melumpuhkan Selat Hormuz dan memutus rantai pasok energi global secara signifikan.

Amerika Serikat bersikeras agar Iran menghentikan total program nuklirnya selama 20 tahun, sementara Iran hanya bersedia melakukan pembatasan jangka pendek dengan syarat sanksi ekonomi dicabut sepenuhnya.

Ketegangan ini semakin rumit dengan adanya keterlibatan proksi regional dan serangan pesawat tanpa awak yang menyasar infrastruktur serta kapal kargo di perairan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor! Lionel Messi Lampaui 100 Kontribusi Gol Tercepat Sepanjang Sejarah MLS

Rekor! Lionel Messi Lampaui 100 Kontribusi Gol Tercepat Sepanjang Sejarah MLS

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 12:12 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×