Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 11 Mei 2026 | 13:58 WIB
Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya
Ilustrasi warga membuang sampah. (Freepik)
baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta mewajibkan warga memilah sampah dari rumah sejak Minggu, 10 Mei 2026, demi perbaikan pengelolaan lingkungan.
  • Sistem pemilahan dinilai belum efektif karena lemahnya dukungan pengangkutan sampah terpadu serta minimnya pembinaan dari pihak pemerintah.
  • Pengamat menyarankan penyediaan kantong sampah berwarna dan keterlibatan aktif petugas lapangan untuk mendukung keberhasilan program pemilahan tersebut.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mewajibkan warga untuk memilah sampah dari rumah per Minggu (10/5/2026) kemarin.

Namun, sistem pemilahan sampah di Jakarta dinilai belum efektif karena pengangkutan dan pembinaan dari Pemprov DKI dinilai masih jauh dari memadai.

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, menyebut ada rasa frustrasi yang sudah lama dirasakan masyarakat ketika mereka sudah bersusah payah memilah sampah dari rumah, namun sistem di lapangan tidak mendukung.

"Yang menjadi rasa frustasi masyarakat selama ini adalah kalau masyarakat sudah memilah, kemudian pengumpulannya bagaimana," ujar Yayat, Senin (11/5/2026).

Pemilahan sampah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sistem pengangkutan yang juga sudah dipisah berdasarkan jenis sampah, termasuk pengaturan hari dan waktu pengambilan.

Yayat juga menyoroti lemahnya tindak lanjut terhadap program yang sudah ada, seperti bank sampah, yang seharusnya menjadi tulang punggung pengelolaan sampah anorganik di tingkat warga.

"Kita udah punya dulu untuk yang anorganik itu, misalnya ada bank sampah. Tapi juga nggak terdengar tuh, kemajuan yang progresif gitu," sorotnya.

Yayat menyebut pola yang berulang dalam kebijakan lingkungan di Jakarta, di mana pemerintah lebih senang merancang aturan dibanding turun tangan melakukan pembinaan kepada masyarakat.

"Jadi kita kadang-kadang semuanya tuh hanya puas pada saat membuat aturan. Tapi bagaimana mensosialisasikan aksinya, bahkan menginternalisasi menjadi suatu kebiasaan baru juga harus dilakukan," tuturnya.

baca juga
TPST Bantargebang [suara.com/Yunita]
TPST Bantargebang [suara.com/Yunita]

Sebagai solusi konkret, Yayat mengusulkan agar pemerintah mendistribusikan kantong sampah berwarna ke seluruh wilayah sasaran, seperti kantong kuning untuk sampah plastik dan kantong hijau untuk sampah organik, sehingga pemilahan bisa dimulai dari rumah secara visual dan mudah dipahami.

"Kemudian, dari situ orang diajarkan bagaimana sampah plastik, sampah anorganik itu dikumpulkan satu tempat," jelasnya.

Yayat menegaskan bahwa gerakan ini seharusnya dimulai dari institusi pemerintah sendiri, bukan hanya diberlakukan kepada masyarakat, agar ada keteladanan yang nyata.

"Kalau misalnya kantor pemerintahnya nggak punya contoh, seakan-akan aturan itu hanya untuk masyarakat. Bukan aturan itu untuk pemerintah," katanya lagi.

Yayat tak lupa mengingatkan, seluruh upaya pemilahan dari hulu akan sia-sia apabila petugas pengangkut sampah tidak ikut dididik dan dilibatkan dalam sistem yang sama.

"Tergantung nanti tukang sampahnya. Kalau tukang sampahnya nggak dididik, capek deh," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!

Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:47 WIB

Soroti Keputusan Wasit, Mauricio Souza Murka Persija Dipermalukan Persib

Soroti Keputusan Wasit, Mauricio Souza Murka Persija Dipermalukan Persib

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 13:00 WIB

Duel Persija vs Persib Tak Cuma Soal Skor, El Clasico Satukan Gairah Fans dan Tren Nobar

Duel Persija vs Persib Tak Cuma Soal Skor, El Clasico Satukan Gairah Fans dan Tren Nobar

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:53 WIB

Faktor X yang Bikin Persija Jakarta Dipecundangi Persib Bandung di Samarinda

Faktor X yang Bikin Persija Jakarta Dipecundangi Persib Bandung di Samarinda

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:33 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB