Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

Vania Rossa

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:31 WIB
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
Ilustrasi perlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penjaga perlintasan kereta liar di pinggiran kota menerapkan sistem organisasi profesional dengan jadwal kerja dan hierarki yang teratur.
  • Anak-anak usia SMP mengikuti tradisi ngadal sebagai masa magang untuk belajar menjaga rel dari para senior secara turun-temurun.
  • Sistem pembagian waktu dan penghasilan yang ketat antarwarga mampu mencegah konflik serta memberikan pendapatan ekonomi bagi para penjaganya.

Suara.com - Di balik semrawutnya perlintasan kereta api liar di pinggiran kota, ternyata terdapat sistem sosial yang berjalan sangat teratur.

Bukan sekadar berdiri menghalau kendaraan saat kereta melintas, para penjaga rel ilegal ini memiliki pola kerja layaknya organisasi profesional—lengkap dengan jadwal kerja, hierarki senior-junior, hingga sistem 'magang' yang dikenal dengan istilah ngadal.

Istilah tersebut menjadi pintu masuk bagi anak-anak usia SMP di kawasan bantaran rel untuk mengenal dunia penjaga perlintasan liar. Seorang mantan penjaga rel, Al (31), mengaku sudah terlibat dalam aktivitas itu sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Ia menceritakan bahwa tradisi ngadal diwariskan secara turun-temurun di lingkungan sekitar rel kereta.

“Yang punya jadwal tertentu itu paling lima sampai enam orang. Misalnya hari ini siapa yang jaga, jadwalnya Senin sampai Selasa, nanti Rabu Kamis ganti orang lagi. Dan saya awalnya enggak langsung jaga dapat jadwal kayak gitu, awalnya ngadal. Istilahnya di situ ada istilah ngadal,” kata Al dalam podcast di Kantor Suara.com, Jakarta Barat.

Sistem Kerja 'Ngadal'

Dalam praktiknya, sistem ngadal memanfaatkan waktu istirahat para penjaga utama yang sudah memiliki jadwal tetap. Anak-anak yang berstatus junior atau 'magang' akan menggantikan sementara posisi tersebut untuk belajar sekaligus mendapatkan uang jajan.

Al menjelaskan pembagian waktunya berlangsung cukup terstruktur.

“Misalkan yang punya jadwal hari Senin nih, dia jaga dari jam setengah tujuh sampai jam setengah dua belas, nanti gantian sama yang ngadal. Yang ngadal itu ada lima orang, enam orang, nanti jam setengah satu yang punya jadwal balik lagi ke situ sampai jam setengah empat,” ujarnya.

baca juga

Meski hanya berstatus 'anak magang', para pengadal tetap datang setiap hari ke lokasi perlintasan. Bedanya, durasi kerja mereka lebih singkat dibandingkan penjaga senior.

“Yang ngadal tiap hari tuh, cuma jamnya lebih sedikit. Karena anak magang,” tambahnya.

Ada Etika Tak Tertulis: Dilarang Rebutan

Meski beroperasi di perlintasan liar, urusan giliran jaga dan pembagian penghasilan diatur cukup ketat demi menghindari konflik antarwarga.

Tidak ada istilah berebut lokasi karena seluruh jadwal sudah diatur dan disepakati oleh para senior maupun tokoh masyarakat setempat.

“Karena kan emang sudah ada orang tua-tuanya di situ, dan yang sudah punya jadwal juga di situ,” jelas Al.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar

Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB

Nekat Lewati Lintasan Tanpa Palang, Mobil Pengantar Haji Ditabrak KA Argo Bromo, 4 Tewas

Nekat Lewati Lintasan Tanpa Palang, Mobil Pengantar Haji Ditabrak KA Argo Bromo, 4 Tewas

Entertainment | Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:15 WIB

Pasca Tragedi Bekasi, Prabowo Subianto Perintahkan Perbaikan 1.800 Perlintasan KA

Pasca Tragedi Bekasi, Prabowo Subianto Perintahkan Perbaikan 1.800 Perlintasan KA

Foto | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB