Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:26 WIB
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
Ilustrasi bendera Jerman.[Unsplash/Bram]
baca 10 detik
  • Konflik Iran-Israel menyebabkan kenaikan harga gas di pasar bursa energi Jerman secara signifikan.

  • Blokade Selat Hormuz menjadi faktor utama terhambatnya pasokan gas cair ke pasar global.

  • Kontrak baru gas di Jerman terancam mengalami kenaikan harga dibanding periode kontrak sebelumnya.

Suara.com - Konflik bersenjata yang pecah di Timur Tengah kini mulai mencekik sektor energi Jerman melalui lonjakan harga gas di pasar global.

Ketegangan antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas biaya hidup warga di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut.

Lonjakan biaya ini menjadi konsekuensi logis bagi para pelaku pasar yang bergantung pada pasokan energi internasional saat ini.

Pelatih Korban Shin Tae-yong Terjebak di Perang Iran vs Israel [Tangkap layar X]
Pelatih Korban Shin Tae-yong Terjebak di Perang Iran vs Israel [Tangkap layar X]

"Konsekuensi dari konflik atas Iran dirasakan oleh semua orang yang harus membeli gas di bursa," kata Kepala Badan Jaringan Federal Jerman (Federal Network Agency) Mueller dalam sebuah wawancara dengan grup media RND.

Kenaikan harga ini mulai membayangi negosiasi kontrak-kontrak energi baru yang akan dilakukan oleh korporasi maupun individu.

Dia mencatat sebagian besar rumah tangga di Jerman saat ini mendapat jaminan harga gas mereka tidak akan berubah setidaknya dalam kurun waktu 12 bulan.

Namun, perlindungan harga tersebut bersifat sementara dan tidak akan berlaku bagi mereka yang melakukan pembaruan kesepakatan dalam waktu dekat.

Pasar energi Jerman kini berada dalam posisi rentan terhadap fluktuasi harga yang dipicu oleh sentimen keamanan global di wilayah Teluk.

"Akan tetapi, jika kontrak baru disepakati, maka harga bisa naik," kata Mueller.

baca juga

Meskipun tren kenaikan terlihat nyata, Mueller mencoba menenangkan publik dengan membandingkan situasi ini dengan krisis energi dua tahun silam.

Namun demikian, Mueller memperkirakan harga tidak akan naik secepat setelah konflik di Ukraina dimulai pada tahun 2022.

Meski tidak secepat krisis Ukraina, beban ekonomi tambahan tetap menjadi ancaman nyata bagi daya beli masyarakat Jerman di masa depan.

Penyebab utama guncangan harga ini adalah terganggunya jalur logistik energi paling krusial di dunia akibat serangan militer yang saling berbalas.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran pun melakukan serangan balasan di wilayah Israel serta di fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Aksi militer tersebut berujung pada penutupan jalur distribusi yang menyumbat arus keluar masuk komoditas energi cair secara global.

Meningkatnya konflik di Timur Tengah itu telah menyebabkan blokade de facto atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah serangan militer AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026 yang memicu aksi balasan massal.

Selat Hormuz, sebagai titik nadi distribusi 20% konsumsi minyak dunia, kini mengalami blokade yang mengganggu stabilitas harga energi dari Eropa hingga Asia.

Jerman, sebagai importir gas besar, menjadi salah satu negara yang paling terdampak secara ekonomi akibat ketergantungan pada pasar bursa energi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:45 WIB

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:36 WIB

Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang

Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×