Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:05 WIB
Harga Minyak Sulit Turun dan Tembus US$ 104 per Barel, Pemerintah AS Terguncang
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi perdamaian dengan Iran gagal, memicu lonjakan harga minyak global pada 11 Mei 2026.
  • Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan gangguan distribusi serta hilangnya pasokan minyak sebesar satu miliar barel dalam dua bulan.
  • Lonjakan harga energi memicu inflasi kebutuhan pokok dan menciptakan sentimen politik negatif bagi Donald Trump di Amerika Serikat.

Suara.com - Laju penguatan harga minyak mentah global kembali tidak terbendung pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026). Sentimen pasar mendadak berubah menjadi sangat agresif setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan pernyataan pesimistis mengenai kelanjutan negosiasi perdamaian dengan Iran.

Trump menggambarkan status gencatan senjata yang tengah berjalan saat ini sedang berada dalam kondisi "on life support" atau di ambang kematian.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari Reuters, harga minyak mentah Brent melonjak sebesar US$ 2,92 atau sekitar 2,88% ke posisi US$ 104,21 per barel.

Tidak ketinggalan, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga menunjukkan tren serupa dengan penguatan US$ 2,65 atau 2,78% ke level US$ 98,07 per barel. Fluktuasi di tengah sesi bahkan sempat membawa Brent menyentuh angka psikologis US$ 105,99 per barel.

Tren kenaikan ini tampaknya masih memiliki napas panjang. Hingga Selasa (12/5/2026) pagi waktu Indonesia, Redaksi Suara.com memantau, harga minyak WTI terpantau masih merangkak naik 0,52% di posisi US$ 98,58, sementara minyak Brent terus melaju di angka US$ 104,84 per barel.

Lonjakan harga ini terjadi hanya sepekan setelah pasar sempat bernapas lega. Sebelumnya, kedua tolok ukur minyak tersebut sempat mengalami koreksi hingga 6% karena adanya secercah harapan dari konflik yang telah berlangsung selama 10 pekan.

Namun, optimisme akan normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz seketika sirna setelah Trump menolak jawaban terbaru Iran atas proposal damai yang diajukan AS.

Trump secara tegas menyebut respons Iran sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima". Akibatnya, risiko penutupan total Selat Hormuz—yang merupakan urat nadi distribusi minyak dunia—kembali menjadi momok bagi para pelaku pasar.

Pergerakan ini mencerminkan betapa sensitifnya komoditas energi terhadap retorika politik di kawasan Timur Tengah.

Kelangkaan Pasokan dan "Dark Sailing" di Selat Hormuz

Di sisi fundamental, kondisi pasokan minyak dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Saudi Aramco melaporkan sebuah fakta yang mencengangkan: sekitar 1 miliar barel minyak telah hilang dari pasar global dalam dua bulan terakhir akibat konflik yang berkepanjangan.

Hilangnya volume sebesar itu membuat pemulihan pasokan diprediksi akan memakan waktu yang sangat lama, bahkan jika jalur pelayaran kembali dibuka secara normal dalam waktu dekat.

Kondisi keamanan di Selat Hormuz sendiri kian mencekam. Dilaporkan bahwa setidaknya tiga kapal tanker raksasa harus melintas di wilayah tersebut pada malam tadi dengan strategi "dark sailing"—mematikan radar, transponder, serta seluruh lampu navigasi—demi menghindari serangan.

Aktivitas ini semakin mempertebal ketidakpastian jalur distribusi energi di level internasional.

Sejalan dengan itu, data industri mencatat bahwa aliansi OPEC+ telah memangkas produksi ke level terendah dalam dua dekade terakhir pada April lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'

Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:25 WIB

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:47 WIB

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:04 WIB

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:49 WIB

Bursa Efek Indonesia Punya Calon Direksi Baru, Nama Bos Mandiri Sekuritas Jadi Sorotan

Bursa Efek Indonesia Punya Calon Direksi Baru, Nama Bos Mandiri Sekuritas Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:30 WIB

Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'

Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:25 WIB

18 Bank di Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia 2026, Siapa Paling Unggul?

18 Bank di Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia 2026, Siapa Paling Unggul?

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:41 WIB

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 21:51 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB