Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

Bella

Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
Lokasi dua pekerja rumah tangga (PRT), berinisial R dan D nekat melompat dari sebuah bangunan kos berlantai 4, di wilayah Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
baca 10 detik
  • Tim Advokasi PRT Benhil menolak upaya restorative justice dalam kasus kekerasan berat terhadap dua PRT di Jakarta Pusat.
  • Keluarga korban berkomitmen menolak perdamaian dan iming-iming uang, serta menuntut pelaku menjalani proses hukum melalui skema restitusi.
  • Pihak advokasi mendesak Polda Metro Jaya segera menahan pelaku dan menuntaskan kasus tanpa menggunakan mekanisme penyelesaian damai tersebut.

Suara.com - Tim Advokasi PRT Benhil menegaskan penolakan terhadap segala bentuk restorative justice (RJ) atau upaya damai dalam kasus tragis yang menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Mereka menilai perkara yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya luka berat usai melompat dari lantai empat itu merupakan kejahatan serius yang tidak layak diselesaikan secara damai.

Penolakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers perkembangan advokasi kasus PRT Benhil, Selasa (12/5/2026). Tim hukum menilai terdapat indikasi pendekatan kepada keluarga korban yang berpotensi melemahkan proses hukum.

“Memang ada kekhawatiran bahwa perkara ini ingin dipaksakan dengan restorative justice atau perdamaian dengan keluarga korban,” kata Paul Sanjaya dari Tim Advokasi Partai Buruh yang turut mendampingi kasus ini.

Paul mengatakan timnya telah memberikan pemahaman kepada keluarga korban terkait hak-hak yang dimiliki agar tidak mudah dipengaruhi pihak tertentu.

“Kami juga pada kesempatan kemarin di Batang… telah menyampaikan apa hak-hak dari keluarga korban sehingga bilamana ada pihak-pihak yang ingin mencoba untuk menyimpangkan atau memaksakan kehendaknya apalagi sampai mengintimidasi, ya itu sudah bisa diminimalisir,” ujarnya.

Ia juga meminta keluarga korban tidak menerima iming-iming uang dari pihak pelaku. Menurutnya, mekanisme pemberian ganti rugi kepada korban telah diatur dalam hukum melalui skema restitusi sebagai bentuk penghukuman terhadap pelaku, bukan bantuan sukarela atau belas kasihan dari keluarga pelaku.

“Kalaupun nanti ada sejumlah nilai yang dikeluarkan dari pelaku kepada korban, itu bentuknya adalah restitusi. Bentuknya itu adalah penghukuman, bukan sebagai belas kasihan atau sumbangsih dari keluarga pelaku,” jelasnya.

Senada, Sumarwan Sukmoaji yang ikut mendampingi keluarga korban di Batang, Jawa Tengah, menegaskan pihak keluarga menolak penyelesaian damai.

baca juga

“Pada intinya memang betul apa yang disampaikan tadi Pak Paul Sanjaya terkait dengan statement bahwa keluarga menolak untuk damai dan restorative justice. Kami juga tetap akan mengawal itu terus,” ujar Sukmoaji.

Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), Lita Anggraini, bahkan secara terang-terangan mengkritik kecenderungan aparat penegak hukum yang dinilai kerap mendorong perdamaian dalam kasus kekerasan terhadap PRT.

“Karena kenapa selalu mendorong RJ (restorative justice)? Ya itu yang membuat kami terus terang menyesalkan tindakan dari APH yang tidak berbuat cepat dan justru menghambat proses hukum itu sendiri,” kata Lita.

Menurut Lita, praktik damai dalam kasus kekerasan terhadap pekerja rumah tangga hanya akan melanggengkan impunitas dan membuka peluang kekerasan serupa kembali terjadi.

“Ketika tidak dihukum pelaku, berikutnya ada berita lagi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku yang sama terhadap PRT yang berbeda,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Tim Advokasi PRT Benhil mendesak aparat kepolisian memproses kasus ini sebagai dugaan kekerasan berat terhadap perempuan pekerja dan anak, bukan diselesaikan melalui kompromi hukum.

Mereka juga meminta Polda Metro Jaya segera menahan pelaku secara transparan dan menolak segala bentuk restorative justice dalam perkara tersebut.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun, Warga Protes

Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun, Warga Protes

Video | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:04 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:13 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:16 WIB

Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi

Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi

News | Senin, 27 April 2026 | 16:58 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita

Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:47 WIB

UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini

UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?

Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:20 WIB

ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System

ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:15 WIB

Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih

Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:10 WIB

Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?

Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:00 WIB

PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak

PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United

Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran

Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:37 WIB

Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia

Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia

Batam | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:33 WIB

It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship

It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:30 WIB

LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia

LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:29 WIB

×