DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:44 WIB
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
Ilustrasi ODGJ. [Ist]
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DIY mencatat 9.755 kasus ODGJ berat di seluruh wilayah kabupaten dan kota sepanjang tahun 2025.
  • Kasus ODGJ berat didominasi kelompok usia produktif dengan diagnosa psikosis dan skizofrenia sesuai standar medis nasional PPDGJ III.
  • Pemerintah DIY telah menangani 99,59 persen pasien melalui layanan medis di rumah sakit daerah serta jaringan Puskesmas setempat.

Suara.com - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merilis data terbaru mengenai temuan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat di seluruh wilayah kabupaten dan kota. 

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 9.755 orang masuk dalam kategori sasaran ODGJ berat yang memerlukan penanganan medis serius.

Berdasarkan data Dinkes DIY, Kabupaten Sleman menempati urutan tertinggi dengan temuan 2.919 kasus. Disusul kemudian oleh Kabupaten Bantul dengan 2.688 kasus, Kabupaten Gunungkidul 1.588 kasus, Kabupaten Kulon Progo 1.473 kasus, dan Kota Yogyakarta dengan 1.087 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyatakan bahwa temuan ini merujuk pada kriteria medis tertentu. Kategori ODGJ berat ini didominasi oleh pasien yang didiagnosa mengalami gangguan kejiwaan pada kelompok tertentu sesuai standar nasional.

"Definisi ODGJ berat mengacu pada Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ III), khususnya kelompok diagnosis F20–F29. Dalam pelaporan layanan kesehatan, kategori ini umumnya meliputi pasien dengan psikosis dan skizofrenia," kata Anung, saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Disampaikan Anung, bahwa kelompok usia 15-59 tahun atau usia produktif menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Di Kabupaten Sleman saja, tercatat ada 2.622 pasien skizofrenia pada rentang usia tersebut. 

Sementara itu, kasus psikotik akut terbanyak ditemukan di Kabupaten Gunungkidul dengan total 1.268 pasien pada kelompok usia yang sama.

Anung memaparkan bahwa munculnya ribuan kasus ODGJ berat di wilayah DIY ini dipengaruhi oleh beragam aspek yang saling berkaitan, tidak hanya sekadar faktor medis semata.

"Penyebab ODGJ berat bersifat multifaktor, dapat melibatkan kombinasi faktor biologis, psikologis dan sosial, serta kondisi kesehatan mental," ungkapnya.

baca juga

Mengenai penanganan dari ribuan temuan kasus tersebut, Anung menuturkan bahwa skema pengobatan dilakukan secara variatif. Hal ini bergantung pada tingkat agresivitas dan kestabilan kondisi mental masing-masing individu saat ditemukan di lapangan.

"Rumah sakit biasanya menangani kasus yang membutuhkan perawatan intensif, misalnya pasien yang sedang kambuh berat, mengalami halusinasi berat, agresif, membahayakan diri sendiri/orang lain, atau membutuhkan rawat inap khusus," paparnya.

Anung menyampaikan bahwa Pemerintah DIY terus berupaya memenuhi hak kesehatan bagi para pasien tersebut. Per tahun 2025, capaian pelayanan kesehatan ODGJ berat di DIY telah mencapai 99,59 persen atau sebanyak 9.715 orang telah tertangani sesuai standar.

Kendati demikian, masih ada yang belum mendapatkan layanan, disebabkan beberapa faktor.

"Di antaranya penolakan pengobatan dari keluarga, anggapan bahwa pasien tidak mengganggu karena tidak mengamuk, serta masih kurangnya dukungan keluarga terhadap proses pengobatan dan pendampingan pasien," tandasnya.

Pemerintah pun telah menyiapkan layanan psikolog dan psikiater di seluruh RSUD kabupaten/kota. Termasuk memastikan seluruh Puskesmas di DIY mampu melakukan tata laksana kasus kejiwaan melalui dukungan Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:25 WIB

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

×