Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Muhammad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono [Suara.com/Rambiga].
baca 10 detik
  • Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan investigasi kecelakaan kereta di Bekasi masih berlangsung melalui pengumpulan data primer dan teknis.
  • Tim KNKT saat ini sedang menganalisis data CCTV, perangkat perekam perjalanan, serta memeriksa saksi kunci terkait insiden.
  • Komisi V DPR RI sebelumnya mengkritik KNKT karena proses investigasi dinilai berjalan lamban dan berlarut-larut dilakukan.

Suara.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono angkat bicara mengenai alasan dibalik belum rampungnya investigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Hal ini disampaikan guna merespons kritik dari Komisi V DPR RI yang menilai proses investigasi tersebut berjalan sangat lambat.

Ia menjelaskan, bahwa kekinian tim KNKT masih terus berupaya mengumpulkan data primer di lapangan, melakukan serangkaian tes teknis, hingga mewawancarai sejumlah saksi kunci.

"Jadi kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa. Kita lagi mengumpulkan data-datanya, masih banyak yang dikumpulkan datanya dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai," ujar Soerjanto di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Lebih lanjut, Soerjanto mengungkapkan bahwa investigasi kecelakaan kereta api tetap menggunakan instrumen teknologi layaknya kecelakaan pesawat, termasuk data dari CCTV dan perangkat perekam data perjalanan yang fungsinya serupa dengan kotak hitam (black box).

"Tergantung dari kan kita buka di kereta itu ada CCTV, ada ada yang pakai data semacam blackbox-nya dan nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut," jelasnya.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]

Selain data dari kereta, KNKT juga tengah mengunduh data dan memeriksa pengemudi taksi yang terlibat dalam insiden di perlintasan sebidang tersebut.

"Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi," kata Soerjanto.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kinerja Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang dinilai lamban dalam merilis hasil investigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Kritik pedas ini disampaikan Lasarus dalam rapat kerja bersama pemerintah dan jajaran lainnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Lasarus mengaku heran dengan durasi investigasi yang berlarut-larut, apalagi alasan "investigasi belum selesai" menjadi dalih bagi pihak Kementerian Perhubungan untuk belum memberikan penjelasan tuntas.

"Pak KNKT kita berharap Pak, karena alasan Pak Menteri ini karena hasil investigasi KNKT belum selesai. Saya juga bingung Bapak kok lama banget investigasi ini," ujar Lasarus dalam rapat.

Politisi PDI-Perjuangan ini membandingkan kecelakaan kereta api dengan kecelakaan pesawat terbang yang memang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Menurutnya, bukti-bukti kecelakaan kereta api di Bekasi jauh lebih mudah diakses karena instrumen dan saksi mata tersedia di lokasi kejadian.

"Ini kan bukan pesawat Pak yang meledak. Itu semua ada di situ kok Pak, instrumennya semua ada, orangnya ada, yakan? Semua semua ya bisa tanpa peralatan khusus lah ini semua kan secara kasatmata bisa dilihat, tidak perlu cari kotak hitam juga kita ya," tegas Lasarus.

Ia menekankan bahwa investigasi seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat secara kasatmata tanpa perlu mencari peralatan khusus seperti black box pada pesawat jatuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Versi Ombudsman dan Kanwil Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, DPR Bakal Turun Cek Langsung

Beda Versi Ombudsman dan Kanwil Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, DPR Bakal Turun Cek Langsung

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:38 WIB

Pembebasan Bersyarat Bechi Dikecam: Seharusnya Pelaku Kekerasan Seksual Tak Semudah Itu Bebas!

Pembebasan Bersyarat Bechi Dikecam: Seharusnya Pelaku Kekerasan Seksual Tak Semudah Itu Bebas!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:37 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Anggota Reskrim Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas Perkara

Anggota Reskrim Sunda Kelapa Tewas Ditabrak Truk Saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:58 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:53 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×