Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Muhammad Yasir

Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
Ilustrasi malaria. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Malaria knowlesi menular dari monyet ke manusia melalui nyamuk anopheles akibat meningkatnya deforestasi dan alih fungsi lahan.
  • Pekerja di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan memiliki risiko tertinggi terpapar parasit ini di area hutan tersebut.
  • Pemerintah perlu meningkatkan surveilans terintegrasi serta kerja sama lintas sektor untuk mencapai target eliminasi malaria tahun 2030.

Suara.com - Ancaman malaria knowlesi mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya risiko penyakit zoonotik di Indonesia.

Penyakit yang ditularkan dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk hutan itu dinilai makin berisiko seiring meluasnya deforestasi dan alih fungsi lahan.

Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, mengingatkan masyarakat yang tinggal atau bekerja di kawasan hutan, perkebunan, hingga tambang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.

Malaria knowlesi merupakan malaria zoonotik yang disebabkan parasit plasmodium knowlesi, yang secara alami menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk. Penularannya terjadi melalui nyamuk anopheles kelompok leucosphyrus yang hidup di kawasan hutan.

“Nyamuk lah yang bersirkulasi atau beridistribusi di daerah hutan dan pinggir hutan. Setelah menggigit kera yang terinfeksi, nyamuk berisiko menggigit individu yang berjalan di dalam atau pinggiran hutan,” kata Inke dalam jumpa media daring, Rabu (15/5/2026).

Ilustrasi malaria. [Ist]
Ilustrasi malaria. [Ist]

Menurut Inke, perubahan lingkungan menjadi faktor penting meningkatnya risiko penularan. Alih fungsi lahan membuat manusia semakin sering bersinggungan langsung dengan habitat satwa liar pembawa parasit.

“Karena terjadi alih fungsi lahan, manusia masuk ke habitat yang baru dan berbagi ruang dengan monyet,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pekerja sektor kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan menjadi kelompok dengan risiko tertinggi terpapar malaria knowlesi karena intensitas aktivitas mereka di area hutan.

Selain deforestasi, Inke menyebut perubahan iklim, meningkatnya pemeriksaan molekuler, serta perubahan perilaku hewan juga turut memengaruhi munculnya kasus penyakit tersebut.

baca juga

Kasus malaria knowlesi sendiri tercatat muncul di Kabupaten Aceh Jaya dengan 30 kasus pada April 2026. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh juga mencatat empat kasus serupa di Aceh Barat pada April 2019.

Inke menilai tantangan terbesar Indonesia menuju target eliminasi malaria 2030 bukan hanya menekan malaria pada manusia, tetapi juga mengendalikan penularan yang berasal dari hewan.

Ia menyoroti belum terintegrasinya data surveilans manusia, satwa, dan vektor nyamuk di Indonesia. Selain itu, akses pemeriksaan PCR dan pelatihan tenaga kesehatan di daerah rawan juga masih terbatas.

“Kita juga butuh data monyet atau beruk ada di daerah mana. Kita juga butuh data, apakah nyamuk jenis leucosphyrus ada atau tidak,” ucapnya.

Karena itu, Inke menegaskan penanganan malaria knowlesi membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari kesehatan hingga lingkungan hidup, untuk menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

“Perlu kerjasama lintas sektor, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian lain, untuk mengurangi risiko penularan zoonotik dari hewan ke manusia dengan adanya perubahan di lingkungan kita,” pungkasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×