-
Netanyahu klaim kunjungi UEA secara rahasia untuk membahas aliansi militer melawan ancaman Iran.
-
Pemerintah UEA membantah keras klaim Netanyahu dan menegaskan hubungan tetap lewat jalur resmi.
-
Iran ancam balas kolusi Israel-Arab saat blokade Selat Hormuz memicu krisis energi dunia.
Donald Trump secara terbuka menghina proposal perdamaian Iran dengan menyebutnya sebagai "sampah" dan menyatakan gencatan senjata saat ini dalam kondisi kritis. Penolakan ini dibalas dengan kesiapan militer penuh oleh pihak Iran untuk menghadapi segala bentuk agresi lanjutan.
"Angkatan bersenjata Iran siap menanggapi dan memberikan pelajaran bagi setiap agresi," tegas Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf melalui akun media sosialnya.
Kondisi geopolitik yang karut-marut ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada awal tahun yang memicu perang terbuka. Kehadiran aliansi militer Israel di negara-negara Arab kini menjadi variabel paling berbahaya bagi masa depan keamanan di Timur Tengah.
Pertemuan rahasia yang diklaim Netanyahu, benar atau tidak, telah berhasil merusak kepercayaan diplomatik dan mempercepat potensi pecahnya perang skala besar. Krisis energi global kini membayangi selama solusi politik atas blokade Selat Hormuz tidak segera ditemukan oleh para pemimpin dunia.
Konflik ini berakar pada serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari 2024 yang memicu respons militer masif di kawasan Teluk. Ketegangan diperparah oleh Abraham Accords yang memungkinkan Israel menempatkan sistem pertahanan militer di negara-negara Arab, yang dianggap Iran sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan mereka.