Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat. (tangkap layar/ ist)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Presiden melontarkan kelakar mengenai rekam jejak aktivis Jumhur Hidayat saat menyapa jajaran menteri dalam pidato resminya.
  • Mohammad Jumhur Hidayat resmi dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Merah Putih sejak 27 April 2026 lalu.

Suara.com - Suasana peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menjadi cair saat Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato sambutannya.

Di awal pidato, Presiden melakukan absensi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir, namun suasana formal tersebut berubah menjadi penuh gelak tawa saat Prabowo menyapa salah satu menterinya.

Momen unik ini terjadi saat Presiden menyapa Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang juga dikenal sebagai tokoh pimpinan buruh.

Prabowo melontarkan kelakar mengenai rekam jejak Jumhur yang dahulu merupakan aktivis yang kerap berurusan dengan hukum demi memperjuangkan hak buruh.

"Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Saudara Jumhur Hidayat—kok nggak pakai kaos buruh ya? Kapan terakhir masuk penjara? Bolak-balik masuk penjara, sekarang jadi menteri. Kita nggak tahu suatu saat dia di atas podium (kepresidenan), kita nggak tahu," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.

Selain Jumhur, Presiden juga menyapa deretan pejabat tinggi lainnya yang mendampingi kunjungan kerja tersebut.

Di antaranya Menko Politik dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan, Wakil Menteri, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir hari ini. Menko Politik dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono," katanya.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri prosesi peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). (tangkap layar)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri prosesi peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). (tangkap layar)

Untuk diketahui, Mohammad Jumhur Hidayat resmi menapaki babak baru dalam karier panjangnya sebagai aktivis dan tokoh publik.

baca juga

Pada 27 April 2026, ia dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam Kabinet Merah Putih, menggantikan Hanif Faisol.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari rotasi kabinet yang melibatkan sejumlah pejabat strategis. Prosesi berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan dasar hukum Keputusan Presiden Nomor 51/P Tahun 2026.

Dalam sumpah jabatannya, Jumhur bersama pejabat lain berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi konstitusi dan etika jabatan.

Lahir di Bandung pada Februari 1968, Jumhur menempuh pendidikan di Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung. Namanya mulai dikenal luas sejak akhir 1980-an sebagai aktivis mahasiswa yang vokal.

Pada 5 Agustus 1989, ia memimpin aksi penolakan terhadap kunjungan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, ke kampus ITB. Aksi tersebut berujung pada penangkapan dirinya oleh aparat pada masa Orde Baru. Jumhur bahkan dipecat dari kampus dan divonis tiga tahun penjara. Ia sempat ditahan di Lapas Nusakambangan sebelum dipindahkan ke Lapas Sukamiskin hingga bebas pada 1992.

Pasca Reformasi, Jumhur mulai masuk ke lingkaran pemerintahan. Ia dipercaya menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 2007–2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam posisi itu, ia dikenal vokal membela hak-hak pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×