Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H

Fabiola Febrinastri

Senin, 18 Mei 2026 | 15:20 WIB
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah. (Dok: Dompet Dhuafa)

Suara.com - Dompet Dhuafa menghadirkan inovasi baru dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah dengan memperkenalkan kurban unta untuk pertama kalinya. Program ini menjadi pengalaman baru bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban yang selama ini identik dengan sapi, kambing, maupun domba.

Ketua THK 1447 H Dompet Dhuafa, Ali Bastoni, menjelaskan bahwa hadirnya kurban unta menjadi salah satu inovasi program dalam memperluas pilihan sekaligus pengalaman masyarakat dalam berkurban. Menurutnya, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan warna baru dalam momentum Iduladha tahun ini, mengingat masyarakat selama ini lebih akrab dengan kurban sapi, kerbau, maupun kambing.

“Kita ingin menawarkan experience baru di momen kurban, karena biasanya masyarakat mengenal sapi, kerbau, atau kambing,” ujarnya.

Meski menjadi program baru, pelaksanaan kurban unta tahun ini masih dilakukan di luar negeri, tepatnya di Somalia. Ali Bastoni menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban unta di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan ketersediaan hewan dan regulasi yang berlaku.

“Unta yang ada di Indonesia rata-rata masih di bawah tiga tahun, sehingga belum memenuhi syarat usia kurban,” jelasnya.

Selain faktor usia, sebagian besar unta di Indonesia saat ini masih memiliki izin untuk kebutuhan breeding, koleksi, maupun display wisata. Karena itu, belum tersedia izin khusus untuk kebutuhan kurban.

Keunggulan Kurban Unta
Salah satu keunggulan kurban unta dibanding hewan kurban lainnya ialah jumlah distribusi daging yang lebih besar. Dengan bobot yang bisa mencapai lebih dari 500 kilogram, satu ekor unta diperkirakan mampu menjangkau penerima manfaat dua kali lebih banyak dibanding sapi standar.

“Angle-nya lebih ke dua kali lipat penerima manfaat dibanding daging sapi,” ujar Ali Bastoni.

Jika sapi standar mampu menjangkau sekitar 50 hingga 60 penerima manfaat, maka satu ekor unta diperkirakan dapat menjangkau lebih dari 100 penerima manfaat. Hal tersebut dinilai mampu memperluas manfaat distribusi kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

baca juga

Selain jumlah distribusi yang lebih besar, kehadiran kurban unta juga menghadirkan pengalaman baru dalam pelaksanaan ibadah kurban, baik bagi pekurban maupun penerima manfaat.

Pelaksanaan dan Tantangan Kurban Unta
Dalam pelaksanaannya, kurban unta tahun ini dilakukan di Somalia melalui kerja sama Dompet Dhuafa dengan mitra lokal setempat. Proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban nantinya akan ditangani langsung oleh panitia lokal bersama mitra implementator Dompet Dhuafa.

Ali Bastoni menjelaskan bahwa metode penyembelihan unta memiliki perbedaan dibanding sapi pada umumnya di Indonesia. Jika sapi biasanya direbahkan terlebih dahulu sebelum disembelih, unta umumnya disembelih dalam posisi berdiri karena memiliki karakteristik fisik yang berbeda.

“Kalau unta biasanya langsung disembelih dalam posisi berdiri,” katanya.

Pelaksanaan kurban unta juga memerlukan penyesuaian teknis di lapangan. Menurutnya, karena program ini baru pertama kali dijalankan oleh Dompet Dhuafa, sejumlah proses pelaksanaan masih terus dipelajari dan disesuaikan selama program berlangsung.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga menghadapi tantangan terkait keterbatasan stok unta yang tersedia. Ali Bastoni mengatakan, pihaknya masih melihat perkembangan respons masyarakat terhadap program baru tersebut.

“Tantangannya soal populasi karena stoknya terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, Dompet Dhuafa optimistis program kurban unta dapat berjalan dengan baik melalui dukungan mitra lokal serta persiapan yang matang. Luaskan kebaikan berkurban melalui https://digital.dompetdhuafa.org/kurban. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan

Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 14:09 WIB

Cara Bayar Zakat Fitrah 2026: Besaran, Waktu, dan Panduan Lengkapnya

Cara Bayar Zakat Fitrah 2026: Besaran, Waktu, dan Panduan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 15:59 WIB

171.379 Rumah Rusak, Dompet Dhuafa Targetkan Bangun 1.000 RUMTARA bagi Penyintas Bencana Sumatra

171.379 Rumah Rusak, Dompet Dhuafa Targetkan Bangun 1.000 RUMTARA bagi Penyintas Bencana Sumatra

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 19:49 WIB

Tembus Jalur Udara, Bantuan 3 Ton Sudah Tiba di Takengon

Tembus Jalur Udara, Bantuan 3 Ton Sudah Tiba di Takengon

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:38 WIB

DMC Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Warga dan Salurkan Makanan bagi Korban Banjir di Langkat

DMC Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Warga dan Salurkan Makanan bagi Korban Banjir di Langkat

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 17:05 WIB

Heartventure Dompet Dhuafa Sapa Masyarakat Sumut, Salurkan Bantuan ke Samosir-Berastagi

Heartventure Dompet Dhuafa Sapa Masyarakat Sumut, Salurkan Bantuan ke Samosir-Berastagi

News | Jum'at, 28 November 2025 | 11:43 WIB

Terkini

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

×