Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru

Vania Rossa

Senin, 18 Mei 2026 | 18:29 WIB
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru
Anies Baswedan di konferensi nasional The Cornerstone. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Konferensi The Cornerstone membahas dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian generasi muda saat ini.
  • Anies Baswedan menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membekali anak dengan literasi penggunaan teknologi yang bijak.
  • Pelajar Matahati Sabri menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis secara mandiri.

Suara.com - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan remaja kini berkembang pesat dan mulai membentuk cara mereka belajar, berpikir, hingga menyelesaikan masalah sehari-hari. Di tengah manfaat yang ditawarkan, muncul kekhawatiran bahwa ketergantungan pada AI dapat perlahan melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian generasi muda.

Isu ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam konferensi nasional The Cornerstone, sebuah forum dialog lintas generasi yang membahas dampak AI terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak, yang diselenggarakan oleh EduALL. Forum ini menyoroti bagaimana orang tua dan pendidik perlu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam mendampingi anak di era teknologi yang berubah cepat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang hadir sebagai pembicara, menegaskan bahwa AI merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Karena itu, pendekatan yang diperlukan bukan sekadar membatasi penggunaan, melainkan membekali anak dengan kemampuan untuk memahami kapan teknologi perlu digunakan dan kapan harus ditinggalkan.

“Kalau seseorang disebut sangat menguasai AI, bukan karena dia banyak menggunakan AI, tapi karena dia tahu kapan tidak menggunakan AI,” ujar Anies dalam forum tersebut.

Ia menilai tantangan terbesar di era AI tidak hanya berada pada anak, tetapi juga pada orang tua dan guru yang harus terus belajar agar mampu mendampingi perkembangan teknologi. Menurutnya, tanpa arahan yang tepat, AI berisiko menggeser proses pembentukan karakter dan daya pikir mandiri anak.

Pelajar Matahati Sabri yang aktif di GENIUS Research Club dan jurnalisme STEM turut membagikan pengalamannya tumbuh bersama AI. Ia mengakui teknologi ini sangat membantu dalam riset dan brainstorming, namun juga menimbulkan risiko ketergantungan.

“Karena AI bikin kita merasa gak susah bikin tugas atau mikirin project,” ujarnya, menggambarkan kemudahan yang sekaligus menjadi tantangan bagi pelajar saat ini.

Matahati juga menceritakan pengalamannya mengikuti kompetisi yang melarang penggunaan AI. Awalnya ia merasa kesulitan karena harus kembali melakukan riset dan berpikir secara manual, namun pengalaman tersebut justru membuatnya menyadari pentingnya melatih kemampuan berpikir mandiri.

“Memang kadang kita harus memaksa diri sendiri untuk melakukan hal yang mungkin kita tidak suka agar nalar kita tetap terasah,” katanya.

baca juga
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab di The Cornerstone. (dok. ist)
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab di The Cornerstone. (dok. ist)

Merespons keresahan yang disuarakan oleh pelajar tersebut, moderator Mercy Widjaja melempar pertanyaan kritis mengenai bagaimana seharusnya orang tua dan sekolah bersikap dalam menghadapi perubahan drastis pola belajar anak di era AI ini, agar teknologi tidak sampai mengambil alih fungsi nalar dan karakter generasi mendatang.

Anies kemudian mengibaratkan AI seperti Superman yang memiliki kekuatan besar, tetapi tetap membutuhkan nilai moral dan pendidikan keluarga agar dapat digunakan secara benar. Ia menegaskan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan peran dasar orang tua dalam membentuk karakter anak.

“AI tidak pernah bisa menggantikan pelukan ayah dan ibunya. Tantangan terbesar di era AI bukan hanya pada anak, tapi justru pada orang tua dan guru yang harus terus belajar agar mampu mendampingi mereka dengan arah yang tepat,” tambahnya.

Pandangan Anies tersebut diamini oleh pendidik sekaligus Founder Cikal, Najelaa Shihab. Ia menilai penggunaan AI harus disesuaikan dengan kesiapan usia anak, layaknya jadwal imunisasi. Mengacu pada berbagai riset terbaru, ia mengingatkan bahwa anak di bawah usia 16 tahun sejatinya belum siap menghadapi risiko algoritma yang kompleks.

“Kita ingin anak kita jadi pengemudi yang taat aturan, tapi bukan berarti anak umur 10 tahun langsung kita kasih mobil di jalan raya,” analoginya.

Najelaa menegaskan, sebelum anak menggunakan AI secara optimal, mereka harus lebih dulu memiliki fondasi berpikir kritis, kreativitas, dan identitas moral yang tak bisa digantikan oleh mesin.

Melalui forum ini, para pembicara menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir manusia. Kunci utamanya ada pada literasi digital, pendampingan orang tua dan guru, serta pembentukan karakter sejak dini agar generasi muda tetap tumbuh sebagai pengguna teknologi yang kritis, mandiri, dan beretika.

Menutup rangkaian acara dengan aksi nyata, EduALL menyalurkan 100 persen hasil penjualan tiket konferensi ini melalui kolaborasi bersama Indonesia Mengajar demi memastikan pemerataan akses pendidikan di berbagai pelosok Nusantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:35 WIB

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

Jalan Merdeka Utara Jadi Lautan Merah, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh

Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?

Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:30 WIB

5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu

5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20

Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini

Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:14 WIB

×