Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Vania Rossa

Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Sebanyak 95 persen pelajar Indonesia menggunakan kecerdasan buatan, yang memicu kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
  • Najelaa Shihab menegaskan guru harus bertransformasi menjadi desainer pembelajaran untuk menjaga daya analisis siswa di era teknologi AI.
  • Anies Baswedan menyoroti perlunya pemerintah menyusun kebijakan nasional yang komprehensif agar pemanfaatan AI tetap menjadi alat bantu pendidikan.

Suara.com - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelajar Indonesia disebut telah mencapai 95 persen. Di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi tersebut, muncul ancaman baru yang dinilai bisa mengikis kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Isu ini menjadi sorotan dalam panel “Reimagine Education in the Era of AI” pada konferensi nasional The Cornerstone di Jakarta.

Tokoh pendidikan sekaligus Founder Cikal, Najelaa Shihab, menilai dunia pendidikan harus segera beradaptasi dengan perubahan besar akibat penetrasi AI di ruang belajar. Menurutnya, peran guru kini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan merancang proses belajar yang mampu menjaga daya analisis siswa.

Ia menekankan pentingnya sistem evaluasi yang lebih transparan, termasuk meminta siswa menjelaskan pada tahap mana mereka menggunakan AI dalam proses belajar.

“Peran guru kini betul-betul berubah. Jika dulu guru sekadar pemberi informasi, lalu bergeser menjadi fasilitator, kini peran guru telah berevolusi menjadi arsitek dan desainer dari proses pembelajaran itu sendiri,” kata Najelaa Shihab.

Najelaa juga mengingatkan risiko “cognitive offloading”, yakni kondisi ketika manusia terlalu bergantung pada mesin untuk berpikir dan menyelesaikan masalah, sehingga kemampuan analitis perlahan menurun.

Senada dengan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Anis Baswedan pada konferensi nasional The Cornerstone di Jakarta. (dok. ist)
Anies Baswedan pada konferensi nasional The Cornerstone di Jakarta. (dok. ist)

Menurut Anies, teknologi yang semakin canggih tidak boleh membuat generasi muda kehilangan daya nalar dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.

“AI akan hadir sebagai kendaraan untuk masa depan. Pertanyaannya, apakah kita mau menjadi yang menyetir atau yang disetir?” ujar Anies.

baca juga

Ia juga menyoroti belum adanya arah kebijakan nasional yang komprehensif terkait pemanfaatan AI di sektor pendidikan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan roadmap yang jelas agar regulasi tidak tertinggal dari laju inovasi teknologi.

“Jangan sampai pemerintah tertatih-tatih mengikuti cepatnya perubahan. Perlu ada garis besar arah agar regulasi dan kebijakan kita bisa adaptif di era AI ini,” lanjutnya.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari konferensi The Cornerstone yang diinisiasi EduALL. Selama ini, EduALL dikenal sebagai konsultan pendidikan untuk persiapan kuliah luar negeri. Namun lewat forum ini, mereka ingin memperluas peran sebagai wadah pembentukan karakter dan nalar kritis generasi muda.

CEO EduALL Devi Kasih mengatakan anak muda perlu diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam diskusi mengenai masa depan pendidikan dan kebijakan publik.

“Hari ini kita benar-benar melihat langsung aksi para Game Changer itu. Anak muda bukan cuma audiens pasif, tapi berani berdialog dan melempar pandangan kritis langsung di depan para ahli,” ujar Devi.

Sebagai bagian dari komitmen sosial, seluruh hasil penjualan tiket dan donasi dari acara The Cornerstone disalurkan melalui kolaborasi dengan Indonesia Mengajar untuk mendukung akses pendidikan di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:06 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar Indonesia - Malaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar

Achmad Zaky Dorong Pertukaran Pelajar Indonesia - Malaysia: Pendidikan adalah Investasi Terbesar

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Ditemukan Nelayan, Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:19 WIB

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:14 WIB

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Dananya Ditabung Dulu, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:13 WIB

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

Perpres Timah Disorot! Pemerintah Kini Legalkan Praktik yang Dulu Dipidana

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:08 WIB

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

5 Zodiak yang Dikenal Mudah Jatuh Cinta, Gampang Baper dan Cepat Terpesona

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:05 WIB

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

×