Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:39 WIB
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
ilustrasi penembakan (unsplash)
baca 10 detik
  • Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang termasuk dua pelaku remaja.

  • Kepolisian lokal bersama FBI menduga kuat adanya motif kejahatan kebencian terhadap Muslim.

  • KJRI San Francisco memastikan tidak ada warga negara Indonesia menjadi korban tragedi.

Suara.com - Tragedi berdarah di Islamic Center San Diego (ICSD) menjadi sorotan global setelah aksi penembakan brutal merenggut lima nyawa sekaligus. Investigasi mendalam kini langsung melibatkan otoritas federal guna mengungkap motif di balik serangan mematikan pada pusat ibadah Muslim tersebut.

Aparat keamanan bergerak cepat dengan menggandeng Biro Penyelidik Federal (FBI) demi mengusut tuntas indikasi kejahatan berbasis kebencian. Fokus utama penyelidikan ini diarahkan pada latar belakang lokasi kejadian yang merupakan episentrum aktivitas keagamaan.

Kabar baik datang bagi publik tanah air setelah perwakilan diplomatik kita memastikan keselamatan seluruh masyarakat Indonesia di sana. Korban jiwa dalam peristiwa mencekam ini dipastikan bersih dari unsur warga negara asing asal Indonesia.

Ilustrasi penembakan dengan senjata api (pixabay)
Ilustrasi penembakan dengan senjata api (pixabay)

Petugas pelindung area Islamic Center dilaporkan ikut gugur saat mencoba menghentikan jalannya terjangan peluru panas. The New York Times melaporkan petugas itu tewas akibat tertembak dalam insiden tersebut.

Dua orang yang menjadi otak penembakan brutal ini diyakini langsung mengakhiri hidup mereka sendiri di lokasi. Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa para pelaku teror tersebut masih tergolong dalam usia remaja.

Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tiga warga yang tewas adalah laki-laki. Otoritas penegak hukum setempat kini terus mengumpulkan bukti sekecil apa pun dari tempat kejadian perkara.

Dugaan sementara mengenai latar belakang aksi kekerasan ini mengarah pada sentimen negatif terhadap kelompok agama tertentu. Sentimen sosiologis ini diperkuat oleh status tempat ibadah yang menjadi titik pusat berkumpulnya umat Islam.

Ilustrasi penembakan. [Ist]
Ilustrasi penembakan. [Ist]

"Namun, Departemen Kepolisian San Diego menduga bahwa serangan ini ada kaitannya dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim," katanya.

Seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat lokal hingga pusat kini menaruh atensi yang sangat besar.

baca juga

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai "situasi yang mengerikan." Pemerintah Amerika Serikat berjanji akan bersikap transparan dalam membagikan setiap perkembangan informasi terbaru.

"Yang terjadi adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima pembaruan informasi awal, dan kami akan terus memantaunya dengan cermat," ujar Trump, seperti dikutip Anadolu. Gedung Putih memastikan pengawasan berkala akan terus berjalan hingga situasi benar-benar kondusif.

Di sisi lain, perwakilan diplomatik Indonesia terus bergerak aktif mengawal keselamatan warganya pasca insiden. Komunikasi intensif terus dijalin dengan tokoh-tokoh Islam guna memantau perkembangan psikologis masyarakat di sana.

Dalam pernyataan tertulis pada Selasa, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco Afina Burhanuddin mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi WNI menyusul peristiwa itu. Langkah preventif ini diambil guna memberikan rasa tenang bagi keluarga di tanah air.

Peristiwa mencekam ini diketahui mulai pecah pada menjelang tengah hari waktu setempat di kawasan California. Penembakan massal tersebut seketika mengubah kekhusyukan siang hari menjadi kepanikan yang luar biasa bagi warga sekitar.

Ia mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat (Selasa, 01.40 WIB) dan menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas keamanan dan dua tersangka yang berusia 17 dan 19 tahun. Wahl mengatakan informasi awal menunjukkan kedua tersangka kemungkinan tewas karena bunuh diri. Mereka diduga berusia 17 dan 19 tahun.

Sebagai informasi penutup, kompleks tempat ibadah ICSD memegang peranan vital bagi ekosistem komunitas Muslim setempat. Lokasi pusat kegiatan dakwah dan sosial ini sendiri berdiri megah tidak jauh dari wilayah jantung kota San Diego.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka

Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:41 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia

12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:14 WIB

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:05 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:59 WIB

×