Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:16 WIB
Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal
Selat Hormuz (Tangkapan X)
baca 10 detik
  • Iran mendirikan otoritas baru untuk mengendalikan pelayaran komersial di jalur Selat Hormuz.

  • Kebijakan tarif khusus diterapkan Iran bagi kapal asing yang melintasi Selat Hormuz.

  • Donald Trump menunda serangan militer ke Iran setelah menerima desakan negara-negara Arab.

Suara.com - Langkah sepihak diambil Iran dengan mendirikan badan khusus yang memegang kendali penuh atas operasional Selat Hormuz. Kebijakan ini menjadi strategi baru Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dan militer dari blok Barat.

Sistem navigasi di koridor strategis tersebut kini resmi mengalami perombakan total demi efisiensi sepihak. Pemerintah setempat memastikan bahwa skema baru ini akan langsung berdampak pada seluruh arus pelayaran internasional.

Pihak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin (18/5) menyatakan mereka akan memberikan "informasi terkini mengenai operasi di Selat Hormuz dan perkembangan terbaru" lewat platform X. Publik masih menunggu rincian resmi mengenai struktur birokrasi dari badan pembuat keputusan tersebut.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan negaranya telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas maritim melalui jalur tertentu di Selat Hormuz. Koridor perdagangan ini dipastikan tidak lagi gratis bagi armada laut asing yang melintas.

Politikus senior tersebut menambahkan bahwa Iran akan mengenakan biaya untuk "layanan khusus" yang diberikan melalui mekanisme tersebut. Ketentuan finansial ini diprediksi akan mengubah peta biaya logistik minyak mentah global secara signifikan.

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat," tulis Azizi di X, dikutip dari Anadolu.

Sanksi wilayah perairan ini diyakini menjadi jawaban atas blokade ekonomi yang terus menekan Teheran. Skema penarikan retribusi tersebut juga dinilai sebagai alat posisi tawar politik yang sangat kuat.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Di sisi lain, Washington merespons dinamika ini dengan menahan opsi konfrontasi senjata terbuka di kawasan. Gedung Putih memilih jalur diplomasi sementara waktu guna meredam gejolak harga komoditas energi.

Presiden AS Donald Trump berharap penghentian sementara serangan terhadap Iran yang diumumkannya bisa menjadi langkah menuju perdamaian yang langgeng. Pernyataan tersebut mencerminkan adanya pelonggaran tensi militer demi keselamatan jalur pasokan minyak.

baca juga

"Saya menundanya sementara, mudah-mudahan untuk selamanya, tetapi mungkin hanya sementara, karena kami melakukan pembicaraan penting dengan Iran," kata Trump kepada wartawan, Senin (18/5). Hubungan bilateral kedua negara kini berada dalam fase krusial yang menentukan stabilitas geopolitik.

Optimisme tinggi kini membayangi prospek tercapainya kesepakatan damai komprehensif antara kedua belah pihak. Narasi perdamaian terus dihembuskan oleh para diplomat dari berbagai negara sekutu di kawasan.

Trump juga mengeklaim kesepakatan dengan Iran sudah dekat. Menurut dia, negara-negara Timur Tengah yang memintanya menunda serangan terhadap Iran juga meyakini bahwa kesepakatan akan segera tercapai.

Intervensi diplomatik dari negara tetangga terbukti efektif menahan laju serangan udara yang hampir terjadi. Kekuatan regional Timur Tengah tampaknya tidak ingin wilayah mereka menjadi medan pertempuran terbuka.

Sebelumnya, Trump mengatakan telah membatalkan serangan militer terhadap Iran yang dijadwal pada 19 Mei setelah adanya permintaan dari Qatar, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Penundaan taktis ini membuka ruang negosiasi yang jauh lebih longgar bagi Teheran.

"Saya diminta oleh Arab Saudi, Qatar, UEA, dan beberapa negara lain untuk menundanya selama dua atau tiga hari karena mereka berpikir kesepakatan hampir tercapai," katanya. Pernyataan tersebut mempertegas peran penting koalisi Arab dalam meredam konflik destruktif.

Trump menegaskan permintaan tersebut muncul di tengah "negosiasi serius" yang diyakini para pemimpin Timur Tengah akan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh AS. Ketegangan ini sendiri berakar dari benturan fisik yang terjadi pada awal tahun.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Agresi militer tersebut langsung memicu aksi balasan bersenjata yang menyasar fasilitas vital milik sekutu Barat.

Perang sempat dihentikan pada 7 April setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, jeda kemanusiaan tersebut belum mampu menyelesaikan akar permasalahan mendasar di meja perundingan.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Kegagalan diplomasi ini kemudian direspons Amerika dengan memperketat pengawasan perairan sejak pertengahan bulan lalu.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan selat tersebut. Di tengah kebuntuan itu, Washington akhirnya memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Jahat Warga AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Datang Kalah Lalu Gak Pulang

Doa Jahat Warga AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Datang Kalah Lalu Gak Pulang

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:09 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Terkini

Namanya Terseret, Menhut Raja Juli Nyatakan Siap Bantu KPK Bongkar Kasus OTT Bupati Kuansing

Namanya Terseret, Menhut Raja Juli Nyatakan Siap Bantu KPK Bongkar Kasus OTT Bupati Kuansing

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:49 WIB

Kena OTT KPK, Ini Rincian Harta Bupati Langkat Syah Afandin

Kena OTT KPK, Ini Rincian Harta Bupati Langkat Syah Afandin

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:43 WIB

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:37 WIB

Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini

Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:25 WIB

Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York

Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:22 WIB

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:19 WIB

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:14 WIB

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:24 WIB

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:09 WIB

×