Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

M Nurhadi

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah Brent turun ke US$109 per barel setelah Presiden AS menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
  • Penundaan serangan tersebut dilakukan atas permintaan para pemimpin negara Arab di kawasan Teluk selama proses negosiasi berlangsung.
  • Konflik geopolitik memicu kenaikan imbal hasil obligasi global, ancaman inflasi, serta lonjakan biaya operasional pada sektor penerbangan dunia.

Suara.com - Grafik harga minyak mentah dunia ditutup melandai pada perdagangan hari Senin waktu setempat. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan keputusan untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada hari Selasa.

Penundaan tersebut dilakukan atas permohonan langsung dari para pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk.

Minyak mentah standar internasional, Brent, langsung merosot dari level US$112 per barel ke posisi US$109 per barel segera setelah pernyataan Trump diunggah melalui platform media sosial Truth Social.

Meski demikian, harga tersebut tetap tinggi.

Sebelum pengumuman tersebut keluar, pergerakan harga minyak sepanjang hari Senin sempat bergejolak hebat. Pasar energi global terus menunjukkan volatilitas tinggi sejak Iran menutup jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz sebagai bentuk balasan atas serangan udara AS dan Israel yang pecah sejak 28 Februari lalu.

Jalur sempit ini merupakan rute krusial yang dilewati oleh hampir seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia.

Arah pergerakan harga minyak mentah belakangan ini sangat sensitif terhadap sinyal kemajuan ataupun kebuntuan dari negosiasi damai untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pada awal perdagangan Senin, harga minyak sempat melonjak menyusul unggahan Trump yang memperingatkan Teheran agar segera mengambil tindakan.

Namun, sentimen pasar berbalik arah setelah muncul laporan dari salah satu kantor berita Iran yang menyebutkan bahwa AS telah menyetujui pelonggaran sanksi sementara terhadap ekspor minyak mentah Iran selama proses diplomasi berlangsung.

baca juga

Melalui unggahan berikutnya di Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi serius tengah berjalan. Ia mengungkapkan bahwa para pemimpin dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah memintanya untuk menangguhkan operasi militer.

Trump menyatakan dirinya mendapat laporan bahwa sebuah kesepakatan yang "sangat bisa diterima" oleh AS akan segera tercapai, dengan target utama memastikan tidak ada senjata nuklir bagi Iran. Kendati demikian, Trump tetap memberikan peringatan keras.

"Militer AS akan tetap bersiap untuk melakukan serangan berskala penuh dan besar-besaran terhadap Iran dalam sekejap, jika kesepakatan yang dapat diterima gagal tercapai," tegas Trump.

Hingga saat ini, pihak otoritas Iran belum memberikan respons publik terkait pernyataan terbaru tersebut.

Efek Domino: Tekanan pada Obligasi Negara dan Industri Penerbangan

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah ini tidak hanya mengguncang sektor komoditas energi, melainkan juga menekan pasar keuangan global dengan menaikkan biaya pinjaman pemerintah (bond yields).

Dikutip BBC, respon para pelaku pasar adalah lonjakan harga energi yang akan memicu inflasi tinggi, sehingga memaksa bank-bank sentral di berbagai negara untuk kembali mengerek suku bunga acuan.

Berikut adalah dampak rembetan di pasar keuangan dan industri global:

  1. Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS & Jepang: Imbal hasil obligasi US Treasury 10-tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun terakhir di angka 4,63% sebelum akhirnya melandai. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka panjang (30 tahun) melonjak ke rekor tertinggi di level 4,2%, dan tenor 10 tahun melesat ke angka 2,8%—posisi tertinggi sejak Oktober 1996—menyusul rencana pemerintah setempat menerbitkan utang baru guna membiayai anggaran tambahan untuk meredam dampak ekonomi akibat perang.
  2. Kecemasan Risiko Inflasi di Eropa: Di Eropa, pergerakan imbal hasil obligasi di zona euro sempat dibuka menguat tinggi sebelum akhirnya ikut merosot sejalan dengan melandainya harga minyak. Isu ini turut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan para menteri keuangan G7 di Paris. Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, saat ditanya mengenai aksi jual massal di pasar obligasi global, menjawab singkat: "Saya selalu khawatir, karena itulah tugas saya."
  3. Ancaman 'Summer of Pain' bagi Sektor Bisnis: Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, memperingatkan bahwa tingginya harga energi menempatkan perekonomian global dalam situasi yang mengkhawatirkan. "Kita sedang mendekati periode musim panas yang penuh penderitaan (summer of pain), kecuali jika blokade Selat Hormuz segera dibuka," ujarnya kepada BBC.
  4. Dilema Biaya Bahan Bakar Maskapai: Tingginya harga minyak mentah berimbas langsung pada lonjakan biaya avtur bagi maskapai penerbangan yang mulai memasuki puncak musim liburan. Maskapai penerbangan Ryanair melaporkan bahwa meskipun laba setahun penuh mereka naik menjadi €2,26 miliar, ketidakpastian akibat perang Iran dan konflik Rusia-Ukraina membuat proyeksi bisnis ke depan sulit diprediksi. Ryanair menyatakan telah mengunci harga untuk 80% kebutuhan bahan bakar mereka melalui kontrak lindung nilai (hedging), namun sisa 20% pasokan lainnya tetap terekspos lonjakan harga pasar akibat konflik geopolitik tersebut.
     

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Gegara Foto Bareng Orang Ini, Sardar Azmoun Dicoret dari Skuad Iran Piala Dunia 2026

Gegara Foto Bareng Orang Ini, Sardar Azmoun Dicoret dari Skuad Iran Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×