Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 19 Mei 2026 | 13:48 WIB
Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel
Tentara Israel mengadang konvoi kapal kemanusiaan yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju masyarakat Jalur Gaza. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Lima relawan WNI dalam konvoi bantuan Gaza ditangkap oleh pasukan militer Israel.

  • Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel segera membebaskan seluruh tawanan kapal kemanusiaan.

  • Empat WNI lainnya masih tertahan dan terancam di sekitar wilayah perairan Siprus.

Suara.com - Tentara Israel mengadang konvoi kapal kemanusiaan yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju masyarakat Jalur Gaza. Penyerapan tersebut berujung pada penahanan 5 warga negara Indonesia atau WNI yang bertugas sebagai relawan perdamaian dunia.

Aksi penghadangan ini memicu gelombang protes diplomatik karena melanggar koridor hukum humaniter internasional. Sebanyak sembilan utusan kemanusiaan dari tanah air sebenarnya berada di dalam rombongan pelayaran tersebut.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataannya yang disiarkan Selasa.

Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia.
Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia.

Empat utusan kemanusiaan asal Indonesia saat ini dilaporkan masih terjebak di wilayah laut Mediterania. Posisi mereka yang terpecah di dua armada berbeda membuat situasi pelayaran menjadi sangat krusial.

“Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi oleh militer Israel,” ucap Yvonne Mewengkang.

Pemerintah bergerak cepat merespons insiden penangkapan ini dengan mengaktifkan jaringan diplomatik di Timur Tengah dan Eropa. Koordinasi intensif mulai berjalan dengan melibatkan jajaran kedutaan besar di Kairo, Roma, Amman, hingga Istanbul.

Langkah taktis disiapkan berupa penerbitan dokumen perjalanan darurat jika paspor para relawan dirampas. Tim medis juga disiagakan di pos terdekat untuk mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan para sandera.

“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata dia.

Diplomat Indonesia di lapangan terus berupaya melacak titik koordinat pasti lokasi penahanan para relawan. Validasi informasi terus berjalan sembari menunggu laporan resmi dari pihak otoritas wilayah setempat.

baca juga

Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan sepihak militer zionis terhadap konvoi logistik. Penahanan warga sipil yang membawa misi perdamaian dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi.

“Kemlu RI mendesak otoritas Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemsiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne Mewengkang.

Tragedi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemblokiran bantuan ke wilayah konflik masih menjadi ancaman nyata. Hukum internasional seharusnya menjamin keselamatan setiap kapal yang membawa pasokan pangan dan obat-obatan.

Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.

Misi pelayaran bertajuk Global Sumud Flotilla 2.0 ini digerakkan oleh koalisi internasional dari berbagai negara. Rombongan relawan Indonesia sendiri berada di bawah bendera Global Peace Convoy Indonesia.

Ketegangan di perairan internasional terus meningkat seiring ketatnya blokade laut yang diterapkan oleh militer Israel. Insiden pengadangan kapal bantuan kemanusiaan ini merupakan peristiwa berulang yang terus memicu perhatian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi

9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:35 WIB

Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak

Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:20 WIB

Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak

Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:50 WIB

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:40 WIB

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×