Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

Muhammad Yasir

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
ilustrasi kekerasan seksual (freepik)
baca 10 detik
  • Guru berinisial YMA (25) di Lombok Tengah ditahan polisi karena melakukan kekerasan seksual terhadap empat santri laki-laki.
  • Tersangka diduga melakukan aksinya melalui metode grooming setelah terpapar lingkungan penyuka sesama jenis di aplikasi Walla.
  • LPA Mataram dan pihak kepolisian memberikan pendampingan kepada korban setelah pihak pesantren proaktif melaporkan kasus tersebut.

Suara.com - Fakta baru terungkap di balik kasus kekerasan seksual yang dilakukan guru pondok pesantren atau ponpes terhadap empat santri di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelaku berinisial YMA (25), ternyata pernah menjadi korban kejahatan serupa dan aktif  menggunakan aplikasi kencan penyuka sesama jenis.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram Joko Jumadi menyebut platform media sosial tersebut bernama "Walla", sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk obrolan dan pertemanan pria penyuka sesama jenis (gay).

"Medsos ini namanya Walla, seperti MiChat, WhatsApp, TikTok, tapi khusus untuk gay," ungkap Joko dikutip dari ANTARA, Selasa (19/5/2026).

Joko menilai, interaksi intens di jagat maya tersebut diduga kuat menjadi pemicu tersangka melampiaskan hasrat menyimpangnya kepada para santri di dunia nyata.

Namun, jejak Walla bukan satu-satunya pemicu.

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam diketahui kalau YMA juga pernah menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis saat dirinya masih mengenyam pendidikan di sebuah ponpes di wilayah Jawa beberapa tahun silam.

"Waktu dia aliah di pondok pesantren di Jawa. Dia jadi korban di situ. Nah pulang nyantri, tidak direhabilitasi dan akhirnya dia terjebak dalam dunia itu, ditambah gabung medos Walla ini," beber Joko.

Ilustrasi kekerasan seksual [freepik.com]
Ilustrasi kekerasan seksual [freepik.com]

Dalam menjalankan aksinya di Lombok Tengah, YMA, menurut Joko, menggunakan modus grooming dengan mengincar santri yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, seperti mereka yang jarang dijenguk.

baca juga

Tersangka kemudian membangun rasa nyaman dengan memberikan makanan atau meminjamkan telepon genggam.

"Ya seperti dipinjemin HP (handphone), dikasih makan, karena dapat perhatian lebih, korban pun teperdaya oleh tersangka ini," tambahnya.

Meski kasus ini memilukan, Joko memberikan apresiasi kepada pihak pondok pesantren yang bersikap berani dan transparan. Pesantren tersebut secara proaktif melaporkan tindakan oknum pengajarnya ke pihak berwajib.

"Ini sudut pandang baru di dunia pendidikan, tumben pertama kali di NTB, ada salah satu kasus pondok pesantren yang proaktif melaporkan, menangani, mendampingi korban. Tentu ini satu praktik yang baik dan patut diapresiasi," tutur Joko.

Saat ini, LPA Mataram tengah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Tengah untuk memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi para korban.

Adapun tersangka YMA telah menjalani penahanan di Mapolres Lombok Tengah sejak Jumat (15/5). Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah guna mengungkap kemungkinan adanya korban tambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Terkini

BSU Rp900 Ribu 2026 untuk Pekerja Kapan Cair? Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

BSU Rp900 Ribu 2026 untuk Pekerja Kapan Cair? Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit

Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi

Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo

Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:34 WIB

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:29 WIB

×