Prabowo Sindir Bangsa 'Penjarah': Kaya karena Merampas, Tak Perlu Kita Kagumi!

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:58 WIB
Prabowo Sindir Bangsa 'Penjarah': Kaya karena Merampas, Tak Perlu Kita Kagumi!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mengingatkan rakyat Indonesia agar tidak mudah kagum terhadap bangsa asing yang membangun kekayaannya melalui praktik penjajahan.
  • Prabowo menegaskan dalam Rapat Paripurna DPR RI bahwa bangsa Indonesia harus mempelajari sejarah agar tidak kembali mengalami eksploitasi asing.
  • Para pendiri bangsa merumuskan pengelolaan ekonomi nasional berdasarkan pengalaman pahit masa penjajahan yang merampas harga diri serta kekayaan Nusantara.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terlena dan justru kagum kepada bangsa yang kaya, namun hasil merampas dari bangsa lain.

Prabowo bercerita bahwa para pendahulu bangsa telah merasakan langsung bahwa kekayaan Nusantara selama ratusan tahun diambil para penjajah untuk memperkaya diri mereka.

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain. Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita. Padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kendati demikan, Prabowo menegaskan ajakannya tersebut bukan bermakna membenci bangsa lain. Melainkan agar bangsa Indonesia dapat belajar dari sejarah.

"Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain, tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar tapi juga kita belajar dari sejarah," kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan tentang suatu adagium menyebutkan bahwa mereka yang tidak belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah.

"Akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini adagium yang terjadi di banyak negara," kata Prabowo

"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin pemimpin di Nusantara kita lemah, apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara tidak bersatu maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan-kekuatan di luar Nusantara. Ini sejarah ini terjadi," tandasnya.

Pendiri Bangsa Bukan Orang Lugu

baca juga

Sebelumnya, Prabowo menegaskan pengelolaan ekonomi Indonesia telah dirumuskan oleh para pendiri banga. Ia menyatakan para pendiri bangsa bukan orang yang lugu dan naif.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikam penghargaan setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat di Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk dirinya hadir di rapat paripurna, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. (tangkap layar))
Presiden Prabowo Subianto menyampaikam penghargaan setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat di Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk dirinya hadir di rapat paripurna, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. (tangkap layar))

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sembari menyerukan seluruh pihak untuk berani menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan atau kekurangan.

"Tentang pengelolaan ekonomi negara kita sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri-pendiri bangsa kita. Para pendiri-pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan para pendiri bangsa telah merasakan penjajahan.

Mereka merasakan dijaja, dihina, diperbudak, dirampas kehormatan dan harga diri , dan merasasakan dirampas dignity bangsa Indonesia.

Bahkan, para pendahulu bangsa merasakan bagaimana penjajah menempatkan derajat mereka lebih rendah daripadan binatang.

"Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya kepada sejarah kita. Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:36 WIB

Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu

Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:34 WIB

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:15 WIB

Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak

Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Hidup Kaya Raya, tapi Mimpi Bisa Hidup Layak

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×