Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:34 WIB
Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan sistem ekonomi Indonesia telah dirumuskan secara matang oleh para pendiri bangsa yang berpengalaman.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Presiden mengingatkan pentingnya belajar sejarah agar Indonesia tidak kembali dijajah melalui kelemahan dan perpecahan pemimpin bangsa.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengelolaan ekonomi Indonesia telah dirumuskan oleh para pendiri banga. Prabowo menyatakan para pendiri bangsa bukan orang yang lugu dan naif.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sembari menyerukan seluruh pihak untuk berani menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan atau kekurangan.

"Tentang pengelolaan ekonomi negara kita sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri-pendiri bangsa kita. Para pendiri-pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo menyampaikam para pendiri bangsa telah merasakan penjajahan.

Mereka kata Prabowo, merasakan dijaja, dihina, diperbudak, dirampas kehormatan dan harga diri, dan merasasakan dirampas dignity bangsa Indonesia.

Bahkan, para pendahulu bangsa merasakan bagaimana penjajah menempatkan derajat mereka lebih rendah daripadan binatang.

"Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya kepada sejarah kita. Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," kata Prabowo.

Jangan Kagum

Prabowo mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terlena dan justru kagum kepada bangsa yang kaya hasil merampas dari bangsa lain.

baca juga

Para pendahulu bangsa merasakan langsung bahwa kekayaan Nusantara selama ratusan tahun diambil para penjajah untuk memperkaya mereka.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikam penghargaan setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat di Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk dirinya hadir di rapat paripurna, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. (tangkap layar))
Presiden Prabowo Subianto menyampaikam penghargaan setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat di Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk dirinya hadir di rapat paripurna, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. (tangkap layar))

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain. Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita. Padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," kata Prabowo.

Kendati demikan, Prabowo menegaskan ajakannya tersebut bukan bermakna membenci bangsa lain. Melainkan agar bangsa Indonesia dapat belajar dari sejarah.

"Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain, tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar tapi juga kita belajar dari sejarah," kata Prabowo

Selain itu Kepala Negara juga mengingatkan tentang suatu adagium menyebutkan bahwa mereka yang tidak belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah.

"Akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini adagium yang terjadi di banyak negara," kata Prabowo

"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin pemimpin di Nusantara kita lemah, apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara tidak bersatu maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan-kekuatan di luar Nusantara. Ini sejarah ini terjadi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Buka Paripurna RAPBN 2027: Cuma 451 Anggota DPR yang Hadir

Puan Buka Paripurna RAPBN 2027: Cuma 451 Anggota DPR yang Hadir

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32 WIB

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:22 WIB

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×