Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 20 Mei 2026 | 14:20 WIB
Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak
Ilustrasi petugas mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1Tamansari, Bogor. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, melaporkan 3,9 juta anak Indonesia tidak bersekolah saat sidang di Mahkamah Konstitusi, Rabu (20/5/2026).
  • Data menunjukkan ribuan desa di Jabodetabek masih kekurangan SD negeri, sementara lebih dari 60 persen gedung sekolah kondisinya rusak.
  • JPPI khawatir anggaran Makan Bergizi Gratis mengancam dana pendidikan dan menghambat pemenuhan hak pendidikan bagi jutaan anak Indonesia.

Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) beberkan ironi besar di sektor pendidikan di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Di tengah ambisi besar pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), realitas di lapangan justru memperlihatkan potret pendidikan yang sangat sekarat.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang perkara No. 40/PUU-XXIV/2026 terkait uji materiil UU APBN 2026.

Ubaid membeberkan, berdasarkan dokumen Kemendikdasmen per hari ini, masih ada 3.945.259 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah.

Tragisnya, hampir separuh dari mereka belum pernah merasakan apa itu bangku sekolah.

"Hampir separuh dari mereka (48%), bahkan belum pernah menikmati bangku sekolah sama sekali, termasuk di layanan pendidikan di jenjang paling dasar (SD)," ujar Ubaid di Gedung MK, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Bahkan, keberadaan gedung SD bagi sebagian anak adalah barang mewah, karena tidak ada di desa/kelurahan dan mendapatkannya dirasa masih susah," katnya menambahkan.

Ia menuturkan kalau potret buram tersebut tidak hanya terjadi di wilayah pelosok atau daerah 3T, Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Krisis akses pendidikan dasar itu disebut sudah mengepung wilayah penyangga ibu kota.

Ubaid menuturkan kalau dari sekitar 1.495 desa dan kelurahan di Jabodetabek, terdapat 137 desa dan kelurahan yang hanya memiliki satu SD negeri.

baca juga

Bahkan, ada 24 desa dan kelurahan yang sama sekali tidak memiliki SD negeri.

Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas SDN Jayamukti, Kampung Tanglar, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/tom]
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas SDN Jayamukti, Kampung Tanglar, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/tom]

"Meski kini pemerintah mewajibkan sekolah hingga 13 tahun (Wajar 13 Tahun), layanan pendidikan dasar kita masih belum menjangkau semua anak. Ini kondisi di Jadebotabek. Di luar wilayah ini, pasti lebih memperihatikan," tuturnya.

Kondisi ini diperparah dengan infrastruktur yang hancur.

Data pemerintah sendiri mencatat ada lebih dari 60 persen gedung SD di Indonesia dalam kondisi rusak. Alih-alih fokus memperbaiki sekolah, pemerintah justru memasukkan program makan gratis ke anggaran pendidikan.

"Jutaan anak masih belajar di sekolah rusak, ruang kelas bocor, dan fasilitas yang tidak layak," lanjutnya.

Ubaid menegaskan, jika anggaran raksasa MBG terus dipaksakan memotong porsi mandatory spending pendidikan 20 persen, maka ruang fiskal untuk memperbaiki nasib jutaan anak ini akan hilang. Bahkan, putusan MK setahun lalu soal sekolah gratis di negeri dan swasta pun kini terancam jadi pepesan kosong.

"Jangan sampai konstitusi pendidikan kita diperalat sebagai alat legitimasi fiskal bagi program di luar penyelenggaraan pendidikan. Ini penting diperhatikan, sebab menyangkut nasib masa depan hak pendidikan jutaan anak Indonesia," pungkas Ubaid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG

Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:26 WIB

Menilik Program MBG terhadap Tumpukan Sampah Sisa Makanan

Menilik Program MBG terhadap Tumpukan Sampah Sisa Makanan

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:24 WIB

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:22 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×