Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
Penahanan tidak manusiawi terhadap aktivis kapal bantuan Gaza memicu kecaman global dan memecah kabinet Israel. (GSF)
baca 10 detik
  • Penahanan aktivis kemanusiaan Gaza memicu kecaman global setelah video perlakuan tidak manusiawi beredar.

  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menlu Gideon Saar mengecam tindakan arogan Menteri Ben Gvir.

  • Sebanyak 430 relawan internasional ditahan paksa dan dipindahkan ke penjara isolasi Ketziot.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minta semua aktivis Global Sumud Flotilla - termasuk 9 WNI - dilepaskan dengan cara dideportasi. Hal itu dilakukan setelah kebijakan penahanan aktivis kemanusiaan Gaza oleh otoritas Israel memicu gelombang kecaman internasional yang meluas.

Penolakan global ini memuncak setelah beredarnya video perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan tersebut di media sosial.

Aksi arogan ini tidak hanya memantik kemarahan dunia, tetapi juga memperlebar keretakan politik di dalam internal pemerintahan Israel sendiri. Sejumlah menteri senior kini saling serang secara terbuka akibat penyebaran dokumentasi penangkapan tersebut.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Krisis diplomatik baru ini memperlihatkan rapuhnya konsensus moral di lingkaran elite kekuasaan Tel Aviv. Di tengah tekanan luar negeri, ego politik sektoral justru mengorbankan reputasi internasional negara.

Dikutip dari DW Jerman, Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, memicu kontroversi dengan mengunggah video para aktivis yang tertangkap. Dalam video tersebut, para relawan dipaksa berlutut dengan tangan terikat di punggung dan dahi menempel ke lantai.

Melalui akun X pribadinya, Ben Gvir menuliskan narasi provokatif yang menyudutkan para relawan kemanusiaan. Ia menegaskan, "Begitulah cara kami menyambut para pendukung terorisme. Selamat datang di Israel," sembari memamerkan bendera Israel di atas kapal militer.

Tindakan sepihak Ben Gvir langsung mendapat respons negatif dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu menilai publikasi tersebut sangat merugikan posisi diplomasi pertahanan Israel di mata publik global.

Meskipun Netanyahu menyatakan Israel berhak menghentikan "armada provokatif dari para pendukung teroris Hamas," ia mengkritik keras cara Ben Gvir. Menurutnya, perlakuan yang dipertontonkan sang menteri "tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel."

Guna meredam gejolak yang semakin membesar, Netanyahu langsung mengambil langkah tegas. "Saya telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin," ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya.

baca juga

Langkah menjaga jarak juga diambil oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang mengecam Ben Gvir secara terbuka. Saar menilai tindakan tersebut murni demi kepentingan politik pencitraan personal yang merusak tatanan negara.

Melalui media sosial, Saar menyerang Ben Gvir dengan kalimat yang sangat menohok. "Anda dengan sengaja menyebabkan kerugian bagi negara kita dengan tampilan yang memalukan ini — dan ini bukan yang pertama kalinya," tulis Saar seraya menegaskan bahwa Ben Gvir "bukanlah wajah Israel."

Di sisi lain, lembaga hukum Adalah mengonfirmasi bahwa 430 aktivis dari kapal bantuan yang dicegat telah dipindahkan ke kapal Israel. Organisasi hak asasi manusia ini terus berupaya memberikan pendampingan hukum darurat bagi para tahanan.

Pihak Adalah menyatakan para relawan telah ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel secara paksa. Kuasa hukum dari lembaga tersebut saat ini tengah berusaha keras masuk untuk melakukan konsultasi hukum.

Panitia penyelenggara armada bantuan menyatakan para aktivis rencananya akan dipindahkan ke penjara Ketziot di Gurun Negev. Lokasi penahanan yang terisolasi ini dinilai mempersulit akses komunikasi dengan dunia luar.

Kondisi ini membuat pengacara dari Adalah tidak bisa menemui para aktivis dalam waktu dekat. Pertemuan hukum baru bisa dilakukan setelah para relawan tersebut tiba di fasilitas penjara Ketziot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×