Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
Benjamin Netanyahu (Channel 14)
baca 10 detik
  • Netanyahu segera mendeportasi aktivis Global Sumud Flotilla demi meredam kemarahan diplomatik global.

  • Perlakuan tidak manusiawi Menteri Itamar Ben Gvir dinilai melanggar nilai dan norma Israel.

  • Negara sekutu seperti Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada mengecam keras penculikan di perairan internasional.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengambil langkah darurat mendeportasi aktivis kemanusiaan asing demi meredam isolasi diplomatik global. Langkah ini diambil setelah aksi menteri radikalnya memamerkan tindakan tak manusiawi tahanan memicu kecaman keras dari negara-negara sekutu.

Kebijakan deportasi kilat ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi internal kabinet sayap kanan Israel yang mulai pecah suara. Konflik terbuka kini tak terhindarkan setelah cara-cara kekerasan yang dipamerkan ke publik justru merugikan posisi geopolitik negara tersebut.

Tekanan internasional yang masif memaksa Netanyahu mengorbankan ego politik domestiknya demi menyelamatkan muka Israel di panggung dunia. Sikap tegas akhirnya diambil untuk menghentikan kegaduhan yang dipicu oleh bawahannya sendiri.

Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung [Istimewa]
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung [Istimewa]

Netanyahu mengkritik langkah yang dilakukan Ben Gvir terhadap para aktivis. Dia menyebut hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel.

"Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis Flotilla tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan dikutip dari Al Jazeera.

"Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin," kata Netanyahu.

Panglima militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya masih berada dalam kondisi perang di wilayah selatan Lebanon, sementara itu PM Israel Benjamin Netanyahu mulai melunak untuk membuka jalur diplomasi [Tangkap layar X]
Panglima militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya masih berada dalam kondisi perang di wilayah selatan Lebanon, sementara itu PM Israel Benjamin Netanyahu mulai melunak untuk membuka jalur diplomasi [Tangkap layar X]

Keputusan evakuasi paksa ini diambil setelah rekaman video interogasi tak manusiawi sengaja disebarluaskan oleh pejabat tinggi mereka sendiri. Keangkuhan politik di media sosial tersebut kini berubah menjadi blunder diplomatik yang fatal.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir sebelumnya dengan sengaja mengunggah video yang memperlihatkan kepongahannya memperlakukan para tahanan kemanusiaan. Tayangan visual tersebut langsung memicu gelombang kemarahan publik internasional karena melanggar konvensi kemanusiaan.

Dalam rekaman video itu, para relawan dipaksa tunduk dalam posisi yang sangat merendahkan martabat manusia. Tangan mereka terikat kuat ke belakang dengan posisi dahi yang dipaksa menempel di lantai.

baca juga

Ironisnya, tindakan intimidasi terhadap para aktivis kemanusiaan asing tersebut diiringi oleh pemutaran lagu kebangsaan Israel secara demonstratif. Ben Gvir bahkan menyertakan takarir provokatif berbunyi 'Selamat datang di Israel' pada unggahan media sosial miliknya.

Beberapa relawan yang tertangkap bahkan terlihat masih menggenggam paspor negara asal mereka saat interogasi brutal berlangsung. Tindakan sewenang-wenang ini langsung memicu respons keras dari negara-negara barat yang warganya ikut menjadi korban penahanan.

Gelombang protes langsung meledak di berbagai belahan dunia segera setelah video penyiksaan tersebut viral di jagat maya. Boikot diplomatik mulai membayangi Israel setelah negara-negara sekutu strategis menuntut penjelasan resmi atas insiden tersebut.

Sejumlah negara maju seperti Italia, Prancis, Belanda, hingga Kanada langsung mengambil tindakan diplomatik yang sangat tegas. Mereka memanggil pulang serta memeriksa para duta besar Israel yang bertugas di ibu kota masing-masing negara.

Sikap kolektif negara-negara tersebut merupakan bentuk kemarahan atas operasi penangkapan sepihak yang dinilai melanggar hukum teritorial. Pemerintah asing mengecam keras penculikan armada bantuan kemanusiaan Gaza yang terjadi di wilayah perairan internasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

No Deel! Arsenal Baru Juara Kini Dihantam Kontroversi Sponsor Israel

No Deel! Arsenal Baru Juara Kini Dihantam Kontroversi Sponsor Israel

Bola | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:17 WIB

Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM

Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

×