Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

Nur Khotimah, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto menilai rakyat Indonesia tidak bermimpi ingin kaya raya, melainkan bermimpi ingin hidup layak dan sejahtera di negeri sendiri. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Prabowo mengkritik anomali pertumbuhan ekonomi 5 persen yang justru diikuti peningkatan angka kemiskinan.
  • Presiden mengultimatum Menteri Keuangan untuk mencopot pimpinan Bea Cukai jika kinerja tidak membaik.
  • Pemerintah mewajibkan seluruh penjualan ekspor sumber daya alam dilakukan melalui BUMN pengekspor tunggal.

Melalui PP terbaru, pemerintah mewajibkan penjualan ekspor SDA (sawit, batu bara, paduan besi) sepenuhnya dilakukan oleh BUMN.

“Kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut,” jelas Prabowo.

5. Larangan Diskriminasi Politik dalam Tender Pemerintah

Presiden menginstruksikan para menteri bersikap adil dan profesional, termasuk kepada pihak berafiliasi PDIP yang saat ini berada di luar koalisi.

"Menteri-menteri minta petunjuk, 'Pak ini bagaimana Pak, ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP'. Tapi apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya," kata Prabowo.

II. Target Makroekonomi & Prioritas Kesejahteraan RAPBN 2027 

Untuk menopang perbaikan struktural di atas, pemerintah mematok sejumlah target fiskal dan ekonomi makro pada RAPBN 2027 demi menjaga stabilitas dan daya beli.

Target Makroekonomi RAPBN 2027:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 5,8% – 6,5% sebagai langkah awal menuju 8% pada 2029.
  • Defisit APBN: Ditekan ke kisaran 1,80% – 2,40% dari PDB untuk menjaga ruang fiskal tetap stabil.
  • Pendapatan Negara: Ditingkatkan menjadi 11,82% – 12,40% dari PDB.
  • Inflasi: Dijaga pada level 1,5% – 3,5% untuk melindungi daya beli masyarakat.
  • Nilai Tukar Rupiah: Diproyeksikan berada di rentang Rp16.800 – Rp17.500 per Dolar AS.
  • Angka Kemiskinan: Ditargetkan turun menjadi 6,0% – 6,5%.
  • Pengangguran Terbuka: Ditargetkan turun ke kisaran 4,30% – 4,87%.
  • Penciptaan Kerja Formal: Proporsinya ditargetkan meningkat signifikan menjadi 40,81%.

Kutipan Kunci Makroekonomi:

"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," tutur Prabowo lagi.

baca juga

"Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 (persen dari) PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500," lanjutnya.

Program Kesejahteraan Prioritas: Pemerintah juga berfokus pada tulang punggung ekonomi rakyat melalui rencana pembangunan 5.000 desa nelayan (dilengkapi cold storage, pabrik es, dan SPBU nelayan), serta jaminan sosial bagi lansia.

"Para nelayan kita harus kita berdayakan karena mereka di ujungnya akan menguasai lautan kita," kata Prabowo.

"Dan kita ingin para orang tua serta mereka yang sudah lanjut usia dan hidup sendiri dapat hidup dengan tenang di usia senja karena ditopang jaringan jaminan sosial yang memadai," tambahnya.

Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].
Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].

III. Refleksi Sejarah & Kritik Elite 

Sebagai penutup pidatonya, Prabowo menyisipkan pesan nasionalisme dan teguran terhadap mentalitas para elite bangsa.

1. Sentilan untuk Elite yang Cemas

Prabowo mengkritik elite nasional yang mudah panik terhadap dinamika ekonomi global.

"Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dolar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut," ujar Prabowo.

2. Mengingat Sejarah Kelam Kolonialisme

Presiden mengingatkan agar Indonesia tidak mengagumi model ekonomi negara lain yang dibangun di atas penderitaan bangsa lain, mengingat masa lalu kelam bangsa.

"Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," ungkap Prabowo.

3. Fungsi Fundamental APBN

Presiden menegaskan kembali posisi krusial APBN bagi negara.

"Saya memandang bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekedar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa, APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:26 WIB

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:10 WIB

Terkini

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:14 WIB

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×