Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:49 WIB
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
Aktivis Global Sumud Flotilla (Antara)
baca 10 detik
  • Aktivis Global Sumud Flotilla mengalami penyiksaan berupa sengatan listrik dan kekerasan fisik di tahanan Israel.

  • Lembaga Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal dan penghinaan terhadap relawan kemanusiaan internasional.

  • Armada bantuan kemanusiaan tersebut dicegat di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza.

Suara.com - Aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla mengalami penyiksaan berat selama berada di bawah penahanan otoritas Israel.

Lembaga hak asasi manusia Israel, Adalah, berhasil mendokumentasikan berbagai bukti kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa para relawan tersebut.

Dikutip dari Anadolu, tindakan tidak manusiawi ini memicu gelombang kecaman internasional karena menargetkan misi bantuan sipil untuk warga Gaza.

Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Sedikitnya tiga aktivis dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita cedera yang sangat serius.

Puluhan peserta aksi lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat penganiayaan berulang.

Tim hukum Adalah mengonfirmasi adanya kesaksian yang konsisten mengenai penggunaan alat sengatan listrik terhadap para tahanan.

Para relawan kemanusiaan tersebut dipaksa bertahan dalam posisi tubuh yang menyakitkan serta merendahkan martabat manusia.

Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]
Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]

Saat dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod, mereka dipaksa berjalan membungkuk penuh dan berlutut dalam durasi yang sangat lama.

Kesaksian lain mengungkap tindakan diskriminatif sipir Israel yang mencopot paksa jilbab sejumlah aktivis perempuan di armada.

baca juga

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis diborgol dengan wajah menghadap lantai.

Sikap arogan tersebut memperkuat bukti adanya kebijakan kriminal berupa penyiksaan sistematis yang dijalankan secara terbuka oleh Israel.

Hingga saat ini, akses informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi riil para tahanan masih dibatasi ketat.

Global Sumud Flotilla bertolak dari distrik Marmaris, Turki, sebagai upaya menembus blokade ketat Israel di Jalur Gaza.

Namun, militer Israel mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan ini saat masih berada di wilayah perairan internasional.

Pencegatan brutal ini bukan yang pertama, setelah sebelumnya konvoi 345 peserta dari 39 negara juga diserang di perairan Kreta.

Blokade sepihak yang diterapkan Israel sejak 2007 kini telah menjerumuskan 2,4 juta penduduk Gaza ke jurang kelaparan.

Situasi kian memburuk setelah agresi militer sejak Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 72.000 jiwa warga Palestina.

Konvoi kemanusiaan internasional terus bergerak menghadapi risiko tinggi demi menyalurkan bantuan logistik ke wilayah konflik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:25 WIB

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB

Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!

Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:47 WIB

Terkini

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×