- Pemerintah menyalurkan dana Rp12,14 triliun untuk peremajaan sawit seluas 427.441 hektare dari 2017 hingga Juli di Jakarta.
- Pemerintah menaikkan dana hibah peremajaan sawit rakyat menjadi Rp60 juta per hektare untuk pekebun pada 2026.
- Peningkatan produktivitas sawit diperlukan untuk memenuhi kebutuhan CPO biodiesel yang naik menjadi 18 juta akibat kebijakan B50.
Suara.com - Pemerintah telah menyalurkan dana Rp12,14 triliun untuk menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sejak program tersebut dilaksanakan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana tersebut telah digunakan untuk peremajaan kebun sawit rakyat dengan total luas lahan mencapai 427.441 hektare.
"Dan program PSR ini dalam beberapa waktu sejak 2017 hingga Juli sudah terealisir 427.441 hektare dengan total dana Rp12,14 triliun dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 1 juta orang," kata Airlangga dalam acara penandatanganan kerja sama program PSR di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
![Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan AS soal pengalihan barang dari China untuk perdagangan ke AS. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/20/95545-menko-perekonomian-airlangga-hartarto.jpg)
Airlangga mengatakan kebutuhan CPO untuk biodiesel meningkat dari 15,6 juta menjadi 18 juta seiring penerapan B50.
"Dan kebijakan ini meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 menjadi 18 juta, sehingga program PSR ini menjadi penting karena untuk meningkatkan produktivitas daripada sawit," ujarnya.
Airlangga menyebut pemerintah menargetkan tambahan realisasi PSR sebesar 9.840 hektare.
Besaran bantuan untuk program PSR juga telah dinaikkan. Pemerintah memberikan hibah sebesar Rp60 juta per hektare kepada pekebun, naik dari Rp30 juta per hektare pada 2024.
"Program PSR ini sendiri memberikan hibah kepada pekebun sebesar Rp60 juta per hektare, naik dari Rp30 juta per hektare dibandingkan tahun 2024," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi penting untuk menjaga pasokan bahan baku sawit di tengah peningkatan kebutuhan CPO untuk program biodiesel.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Edy Abdurrachman mengatakan pelaksanaan PSR terus dipercepat pada 2026.
Khusus tahun ini, terdapat 133 proposal PSR dengan luas lahan mencapai 20.229 hektare. Program tersebut melibatkan 10.403 pekebun dengan nilai penyaluran mencapai Rp606 miliar.
"Pada tahun 2024 ini realisasi PSR ya, ini ada 133 proposal dengan luasan 20.229 hektare. Kemudian mencakup 10.403 pekebun, nilainya sebesar Rp606 miliar," ucap Edy.