Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
Selat Hormuz
  • Iran menyetujui draf perdamaian dengan Amerika Serikat untuk menghentikan konflik di semua front.

  • Kesepakatan ini berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencairan aset Iran.

  • Isu pembatasan program nuklir Iran ditunda untuk dibahas dalam negosiasi terpisah.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi dunia. Iran dilaporkan telah menyetujui draf rekonsiliasi demi mengakhiri konfrontasi bersenjata dengan Amerika Serikat.

Langkah krusial ini diambil dengan prioritas utama memulihkan jalur pelayaran internasional komersial Selat Hormuz di kawasan Teluk. Komitmen tersebut menjadi titik balik penting setelah konflik berkepanjangan melumpuhkan aktivitas maritim.

Dikutip dari Anadolu, pemulihan stabilitas ini diyakini akan langsung meredakan sentimen negatif pasar energi global dalam beberapa waktu ke depan. Kebijakan ini sekaligus menandai melunaknya konfrontasi unilateral yang selama ini diadopsi oleh kedua belah pihak.

Selat Hormuz (CNN)
Selat Hormuz (CNN)

Melalui kesepakatan ini, gencatan senjata total akan diberlakukan di seluruh medan pertempuran, termasuk wilayah Lebanon. Sebagai imbalannya, Washington bersedia menyudahi blokade maritim ketat yang selama ini menjerat perekonomian Tehran.

Kapal dagang internasional nantinya dapat melintasi Selat Hormuz tanpa dibayangi pungutan bea sepihak dari militer Iran. Kebijakan bebas hambatan ini diharapkan mampu menekan pembengkakan biaya logistik laut global.

Di sisi lain, pemulihan hubungan bilateral ini juga memberikan keuntungan finansial yang sangat besar bagi pihak Tehran. Rezim tersebut akan menerima kembali hak pengelolaan aset negara senilai 25 miliar dolar AS yang sempat dibekukan.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Dana segar yang setara dengan ratusan triliun rupiah tersebut diproyeksikan segera mengalir kembali ke kas negara. Suntikan modal ini diyakini menjadi insentif utama yang melunakkan posisi tawar Teheran dalam meja perundingan.

Menariknya, isu sensitif mengenai pengembangan senjata nuklir tidak dimasukkan dalam poin-poin utama perjanjian mendesak ini. Para negosiator memilih untuk memisahkan perdebatan krusial tersebut demi mempercepat tercapainya gencatan senjata.

Pembahasan mendalam mengenai masa depan program nuklir baru akan digulirkan dalam tempo 30 hingga 60 hari ke depan. Strategi penundaan ini sengaja diterapkan agar fokus deeskalasi di sektor maritim tidak terganggu.

Keberhasilan diplomasi tingkat tinggi ini tidak lepas dari peran aktif Pakistan dan Qatar selaku pihak penengah. Kedua negara tersebut bekerja keras merumuskan draf perdamaian yang bisa diterima oleh kedua pihak.

Presiden AS Donald Trump menyatakan sebuah kesepakatan damai dengan Iran "sebagian besar telah dinegosiasikan". Pengumuman resmi tersebut mengonfirmasi bahwa proses penyelarasan detail akhir perjanjian kini sedang berjalan intensif.

Krisis ini bermula dari memanasnya hubungan diplomatik yang berujung pada penutupan paksa jalur logistik krusial dunia. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi global karena menjadi lintasan utama bagi sepertiga pasokan minyak mentah laut dunia.

Blokade militer dan pembekuan aset asing sebelumnya menjadi senjata utama Washington untuk menekan aktivitas pengayaan nuklir Teheran. Rekonsiliasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan pragmatis kini lebih dipilih demi menghindari resesi ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS

Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:20 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB