Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Muhammad Yasir, Faqih Fathurrahman

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni. [Foto: Bareskrim Polri]
baca 10 detik
  • Bareskrim Polri menyelidiki penyebab pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera yang terjadi pada Jumat, 22 Mei lalu.
  • Penyidik memeriksa titik putusnya transmisi Sutet di Muara Jambi bersama tim Puslabfor serta pihak manajemen PLN.
  • Investigasi awal belum menemukan bukti sabotase dan menduga gangguan teknis akibat cuaca ekstrem memicu kerusakan sistem.

Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri melakukan investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra. 

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni mengaku telah menerjunkan tim penyidik ke lokasi kerusakan jaringan transmisi di wilayah Jambi. Pengecekan dilakukan di titik putusnya sambungan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di wilayah Muara Jambi.

“Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menerjunkan tim ke titik putus sambungan Sutet 175 - 176 Desa Tempino Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi. Polisi menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera,” ujar Irhamni kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).

Dalam proses investigasi, Bareskrim Polri bekerja sama dengan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan pihak PLN.

Petugas telah mengamankan barang bukti fisik berupa kabel konduktor yang ditemukan dalam kondisi terputus untuk dilakukan uji laboratorium.

“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut,” tambah Irhamni.

ilustrasi Sumatera blackout (Google Gemini)
ilustrasi Sumatra blackout (Google Gemini)

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan adanya tanda-tanda intervensi ilegal atau sabotase dalam insiden tersebut. Fokus penyelidikan masih diarahkan pada penyebab teknis dan faktor alam.

“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” tegasnya.

Sebagai informasi, insiden blackout ini terjadi pada Jumat (22/5/2026), menyebabkan gangguan pada 176 gardu induk di seluruh Sumatra.

baca juga

Pihak PLN menyatakan bahwa cuaca ekstrem memicu kerusakan pada jaringan transmisi yang mengakibatkan pemisahan sistem kelistrikan Sumatra Bagian Utara (SBU) dan Sumatra Bagian Tengah (SBT), sehingga memicu pemutusan otomatis (trip) pada sejumlah pembangkit demi melindungi sistem dari kerusakan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:32 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Terkini

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

×