Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 12:55 WIB
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].

Suara.com - Pemerintah berupaya memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global dan tingginya ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan limbah pertanian serta komoditas domestik sebagai sumber energi alternatif.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk limbah pertanian dan batu bara yang dapat diolah menjadi bahan bakar.

"Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara. Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung," kata Prabowo saat menyampaikan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Selain pemanfaatan limbah jagung, pemerintah juga tengah mengkaji percepatan pengembangan bahan bakar berbasis kelapa sawit sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Potensi dan Tantangan

Foto ilustrasi pertanian jagung (Istimewa)
Foto ilustrasi pertanian jagung (Istimewa)

Pemanfaatan sumber daya lokal dinilai dapat membantu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah penghasil komoditas pertanian. Namun, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa pengembangan energi berbasis biomassa perlu dirancang secara hati-hati agar tidak mengganggu kebutuhan pangan domestik.

Direktur Program Transformasi Sistem Energi Institute for Essential Services Reform, Deon Arinaldo, menilai peningkatan penggunaan kelapa sawit dan limbah jagung untuk energi harus mempertimbangkan perannya yang selama ini penting bagi masyarakat.

“Peningkatan permintaan terhadap kelapa sawit dan limbah jagung untuk kebutuhan energi dapat mengancam ketersediaannya bagi produksi minyak goreng dan pakan ternak, yang merupakan kebutuhan penting bagi petani dan masyarakat secara umum,” ujar Deon dalam keterangan tertulis.

Menurut IESR, kelapa sawit masih menjadi bahan baku utama minyak goreng, sementara limbah jagung memiliki peran penting dalam industri pakan ternak. Apabila permintaan dari sektor energi meningkat tanpa pengelolaan yang tepat, pasokan untuk kebutuhan pangan dan peternakan berpotensi tertekan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi peternakan maupun harga sejumlah kebutuhan pokok yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Dorong Efisiensi dan Elektrifikasi

Sebagai bagian dari strategi transisi energi jangka panjang, IESR mendorong pemerintah mempercepat program efisiensi energi dan elektrifikasi di berbagai sektor. Langkah ini dinilai dapat menekan konsumsi bahan bakar fosil tanpa menimbulkan persaingan langsung dengan kebutuhan pangan.

Menurut Deon, penggunaan kendaraan listrik serta elektrifikasi pada sektor industri dan rumah tangga dapat menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi impor energi sekaligus menekan emisi.

Ia menilai upaya mencapai kemandirian energi perlu dilakukan dengan pendekatan yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, pemerintah dan pemangku kepentingan dihadapkan pada tantangan untuk mencari sumber energi alternatif yang tidak hanya terjangkau dan tersedia secara lokal, tetapi juga mampu berjalan beriringan dengan agenda ketahanan pangan nasional.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:45 WIB

Mengapa Banyak Orang Malu Makan Singkong? Upaya Mengembalikan Pangan Lokal ke Meja Makan Indonesia

Mengapa Banyak Orang Malu Makan Singkong? Upaya Mengembalikan Pangan Lokal ke Meja Makan Indonesia

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:10 WIB

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:54 WIB

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:35 WIB

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:33 WIB

Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital

Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:15 WIB

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:10 WIB

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:02 WIB

Misteri Matematika 80 Tahun Terpecahkan! OpenAI Selesaikan Soal Geometri Paling Sulit di Dunia

Misteri Matematika 80 Tahun Terpecahkan! OpenAI Selesaikan Soal Geometri Paling Sulit di Dunia

News | Senin, 25 Mei 2026 | 12:00 WIB

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:45 WIB

Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks 'Pocong Begal' bagi Ekonomi Warga

Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks 'Pocong Begal' bagi Ekonomi Warga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:36 WIB