Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
Profil jet tempur f-47, pesawat canggih milik Amerika Serikat. [Wikipedia]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat membom pangkalan rudal Iran di dekat Selat Hormuz dengan alasan membela diri.

  • Serangan militer ini terjadi di tengah negosiasi damai dan perpanjangan gencatan senjata kedua negara.

  • Menlu AS Marco Rubio menegaskan kesepakatan nuklir hanya terjadi jika Iran menyetujui syarat yang menguntungkan.

Suara.com - Stabilitas kawasan Timur Tengah kembali berada di titik nadir setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran bagian selatan. Langkah agresif ini berisiko besar menghancurkan momentum diplomasi yang sedang dibangun oleh kedua belah pihak.

Fokus serangan Washington mengarah langsung pada pangkalan peluncuran rudal serta armada kapal yang diduga kuat akan digunakan untuk menyebar ranjau laut. Operasi ini menandai eskalasi serius di tengah upaya internasional meredam konflik.

Pihak Komando Pusat AS (Centcom) segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi militer tersebut. Mereka berdalih bahwa tindakan ofensif ini murni merupakan langkah preventif demi keselamatan personel mereka.

Ilustrasi - Jet Tempur F-22 milik AS. (Anadolu)
Ilustrasi - Jet Tempur F-22 milik AS. (Anadolu)

"Pasukan AS melakukan serangan membela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," ujar juru bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Rabu (27/5/2026).

"Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang berlangsung."

Serangan taktis militer Amerika Serikat ini dilaporkan menyasar kawasan strategis di dekat Bandar Abbas. Kota pelabuhan penting tersebut merupakan urat nadi bagi pangkalan angkatan laut Iran yang mengontrol langsung jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.

Hingga saat ini, dampak riil dari bombardir Amerika terhadap masa depan perjanjian damai kedua negara masih belum bisa dipastikan. Media pemerintah Iran sendiri mengonfirmasi adanya rentetan ledakan keras yang sedang diselidiki oleh otoritas lokal di Bandar Abbas.

Ketegangan di perairan dan wilayah daratan Timur Tengah memuncak setelah militer Iran melakukan tindakan tegas terhadap kapal komersial dan kelompok oposisi. (MME)
Ketegangan di perairan dan wilayah daratan Timur Tengah memuncak setelah militer Iran melakukan tindakan tegas terhadap kapal komersial dan kelompok oposisi. (MME)

Di lain pihak, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan tindakan defensif atas pelanggaran ruang udara. Mereka menyatakan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik AS dan mengusir jet tempur serta drone lainnya.

Teheran juga menegaskan posisi politiknya yang tidak akan tinggal diam terhadap setiap agresi militer luar negeri. Mereka menyatakan memiliki hak yang sah dan mutlak untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.

baca juga

Meskipun situasi di lapangan memanas, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tetap menunjukkan optimisme bahwa jalan damai belum sepenuhnya tertutup. Ia merujuk pada pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan perwakilan Iran dan Perdana Menteri Qatar.

"Kita akan lihat apakah kita bisa membuat kemajuan. Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik yang sedang berlangsung mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi ini akan memakan waktu beberapa hari," kata Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan resmi ke India.

Rubio juga mengungkapkan komitmen dari pucuk pimpinan tertinggi Amerika Serikat dalam merespons dinamika yang berkembang saat ini. Ia menekankan bahwa Presiden Donald Trump memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan kesepakatan ini secara tegas.

"Dia akan membuat kesepakatan yang bagus atau tidak ada kesepakatan sama sekali," tegas Rubio.

Saat kembali dicecar pertanyaan mengenai urgensi serangan udara pada hari Senin tersebut, Rubio mengalihkan fokus pada pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan dunia. Ia menegaskan bahwa akses maritim global di wilayah tersebut tidak boleh diganggu gugat.

"Selat tersebut harus terbuka," cetus Rubio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:30 WIB

Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi

Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:10 WIB

Daftar Pemain Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Andalkan Christian Pulisic di Lini Depan

Daftar Pemain Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Andalkan Christian Pulisic di Lini Depan

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Laporan SF Hariyanto: Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Bisa Ditangani

Laporan SF Hariyanto: Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Bisa Ditangani

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR

Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!

Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:48 WIB

6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan

6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian

Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:26 WIB

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

×